latar belakang terjadinya hubungan india dengan indonesia

HUBUNGAN DAGANG INDONESIA DENGAN INDIA

Hubungan Dagang Indonesia dengan India dan Cina

Letak Geografis kepulauan Indonesia terletak antara benua Asia dan Australia sering diumpamakan sebagai sebuah jembatan diantara kedua benua tersebut. Kemudian, ada yang mengatakan juga sebagai pemisah antara dua benua yang terlihat kembar. Penduduk Indonesia sejak zaman prasejarah terkenal sebagai bangsa yang pandai dalam mengarungi lautan lepas. Oleh karena itu, letak geografis Indonesia tidak menjadi hambatan bagi penduduk Indonesia. Namun, dari faktor inilah hubungan perdangan terwujud. Bagi penduduk Indonesia, hubungan antara daerah pedalaman lebih sulit dibandingkan dengan antar pulau. Berdasarkan faktor inilah Indonesia berada dalam jalur perdagangan “Internasional” yang sangat besar pengaruhnya.
Dalam abad ke-7, yaitu zaman Dinasti Tang, agama Budha telah menjadi agama resmi negara. Menurut catatan penulis Yunani, pada awal tarikh Masehi orang-orang India telah bertolak dari pelabuhan di India Selatan dan berlayar di negeri perak dan ke negeri emas serta ke jabadiou. Yang dimaksud adalah Suwarnadwipa (Sumatra) dan Jawadwipa (Pulau Jawa). Jadi, pada permulaan tarikh Masehi, telah terjadi kontak dan hubungan dengan India baik dalam bidang perdagangan dengan orang-orang India yang beragama Buddha maupun Hindu.[1]
India yang terkenal dengan barang dari gading, tenunan halus, dan barang ukiran mengalami hubungan dagang yang pesat dengan Cina sebagai penghasil sutra dan barang porselen. Dimulai dari jalur laut sebagai hubungan perdagangannya, dari sini Indonesia terlibat ke dalam hubungan perdagangan tersebut. Indonesia yang kaya akan rempah-rempah, kayu cendana, emas, dan perak telah menjadi daya tarik bagi India dan Cina untuk melakukan hubungan perdagangan.
B. Hubungan Dagang Indonesia dengan India
Pada awal abad I Masehi, India memperluas daerah-daerah perdagangannya kearah timur yang dulu dikenal dengan daerah Asia Tenggara.
Indonesia merupakan bagian dari kesatuan wilayah Asia Tenggara yang sudah lama dikenal oleh penduduk teluk Benggala (teluk yang terletak di bagian timur laut Lautan Hindia Teluk sebelah barat Semenanjung Malaya dan timur India).
Perluasan perdagangan ke arah Timur disebabkan karena diketahuinya angin musim yang baik untuk berlayar menyeberangi Samudera India ke Timur dan sebaliknya.


Sumber: https://scorpionchildofficial.com/