Penyebab terjadinya puting beliung

 Penyebab terjadinya puting beliung

 Penyebab terjadinya puting beliung Penyebab terjadinya puting beliung

Puting beliung di Indonesia adalah tornado dalam skala F0-F1 pada skala Fujita, yang memiliki daya rusak rendah dibandingkan di wilayah lintang tinggi dimana memiliki daya rusak terparah hingga skala F5. Puting beliung umumnya terjadi pada masa pancaroba dan musim hujan, dengan waktu kejadian antara siang hingga malam hari. Kondisi ini dikarenakan sinar matahari sebagai bahan bakar utamanya, secara maksimal diperoleh pada periode (frekuensi bulanan yang berkaitan dengan musim) dan waktu (frekuensi harian) tersebut.

Di Indonesia, sudah banyak wilayah yang terkena bencana angin puting beliung diantaranya sudah terjadi di Kabupaten Cilacap, Tegal, Ciamis, Karanganyar, Provinsi Yogyakarta dan sebagainya dan berdasarkan analisis dari peta indeks ancaman bencana angin putting beliung di Indonesia, sebagian besar terjadi di daerah dataran rendah seperti di wilayah Jawa.

Penyebab terjadinya angin puting beliung :

  1. Alam

Badai cepat berkembang yang disertai hujan, guntur dan kilat. Ketika suhu tanah meningkat, udara panas dan lembab mulai naik. Ketika hangat, udara lembab dan dingin memenuhi udara kering, itu terangkat ke atas, masuk lapisan udara atas. sebuah awan petir mulai tercipta pada fase ini. Pergerakan udara keatas sangat cepat. Angin dari sisi samping menyebabkan arah yang berbeda dan membentuk sebuah pusaran. Sebuah kerucut hasil putaran udara yang berpilin tersebut mulai terbentuk dan terlihat dari awan ke permukaan tanah.

Sumber :

https://deevalemon.co.id/