Pengaruh Resesi Dunia Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia : Suatu Ilustrasi Teoretis

Pengaruh Resesi Dunia Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia : Suatu Ilustrasi Teoretis

            Dampak negatif dari resesi ekonomi dunia tahun1982 terhadap perekonomian Indonesia terutama terasa dalam laju pertumbuhan ekonomi yang selama 1982-1988 jauh lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya. Karena pengalaman menunjukkan bahwa biasanya resesi ekonomi dunia lebih lebih mengakibatkan permintaan dunia berkurang terhadap bahan-bahan baku (yang sebagian besar diekspor oleh LDCs) daripada permintaan terhadap barang-barang konsumsi seperti alat-alat rumah tangga dari elektronik dan mobil ( yang pada umumnya adalah ekspor negara-negara maju).

            Selama pertengahan pertama 1990-an, rata-rata pertumbuhan per tahun antara 7,3% hingga 8,2% yang membuat Indonesia termasuk negara di ASEAN dengan pertumbuhan yang tinggi. Dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi, rata-rata PN per kapita di Indonesia naik pesat setiap tahun yang pada tahun 1993 dalam dollar AS sudah melewati angka 800. Namun, akibat krisis, PN per kapita Indonesia menurun drastis ke 640 dolar tahun 1998 dan 580 dolar AS tahun1999.

Perkembangan PN Per Kapita Indonesia: 1968-1999 (dalam dolar AS)

            Pada krisis ekonomi mencapai klimaksnya, yakni tahun1998, laju pertumbuhan PDB jatuh drastis hingga 13,1%. Namun pada tahun1999 kembali positif, walaupun sangat kecil, sekitar 0,8% dan tahun 2000 ekonomi Indonesia sempat mengalami laju pertumbuhan yang tinggi, hampir mencapai 5%. Pada tahun tersebut para pelaku-pelaku bisnis sempat optimis mengenai prospek perekonomian Indonesia. Akan tetapi, tahun 2001 laju pertumbuhan ekonomi kembali merosot hingga 3,3% akibat gejolak politik yang sempat memanas kembali, dan pada tahun 2002 pertumbuhan mengalami sedikit perbaikan menjadi 3,66%.

 

Sumber :

https://weshop.co.id/london-hentikan-izin-operasi-uber/