Stabilitas Lingkungan

Stabilitas Lingkungan

Komunitas sangat dipengaruhi oleh lingkungan fisiknya (radiasi matahari, curah hujan, suhu, kelembaban, salinitas, pH) yang secara bersama-sama membentuk ekosistem. Komunitas di dalam lingkungan fisik yang relatif stabil seperti pada hutan tropik mempunyai keanekaragaman jenis yang lebih tinggi daripada komunitas yang dipengaruhi oleh lingkungan fisik yang tidak stabil atau sering mengalami gangguan musiman secara periodic.
Lingkungan yang stabil lebih menjamin keberhasilan adaptasi suatu organisme dan lebih memungkinkan berlangsungnya evolusi daripada lingkungan yang berubah-ubah (tidak stabil) sehingga evolusi tersebut menyebabkan antara lain menyempitnya relung spesies sehingga suatu habitat dapat ditempati jasad hidup yang lebih beranekaragam.

  1. Produktivitas

Produktivitas atau arus energi dapat mempengaruhi keanekaragaman jenis dalam suatu komunitas karena makin besar produktivitas suatu ekosistem maka semakin tinggi keanekaragaman jenis suatu organisme, jika keadaan semua faktor lain sama. Tingkat produktivitas suatu ekosistem dipengaruhi oleh letak lintang geografis dan ketinggian tempat dari permukaan laut. Ekosistem di daerah tropik mempunyai tingkat produktivitas tinggi, dan kian menurun ke arah kutub. Begitu pula ekosistem di dataran rendah akan mempunyai tingkat produktivitas yang tinggi dan semakin menurun ke arah dataran tinggi. Hal ini dikarenakan di daerah tropik dan dataran rendah mempunyai iklim yang relatif lebih stabil sehingga hanya relatif sedikit energi yang dialokasikan untuk proses pengaturan keseimbangan. Sebaliknya cukup banyak energi yang dapat digunakan untuk pertumbuhan dan reproduksi. Dengan demikian populasi maupun jenis organisme di daerah tropik bertambah lebih cepat.

Masa pertumbuhan yang lebih di daerah tropik menghasilkan komponen spesies yang terbagi dalam ruang dan waktu di ekosistem, sehingga memungkinkan keanekaragaman jenis yang lebih banyak. Keanekaragaman ekosistem mempunyai arti yang sangat penting baik sebagai sumberdaya maupun dalam hal pemeliharaan ekosistem. Keadaan ekosistem yang stabil terjadi jika kepadatan populasi organisme-organisme selalu cenderung menuju ke arah keseimbangannya masing-masing setelah ada gangguan (perubahan iklim yang ekstrim maupun perubahan rekayasa manusia) yang telah mengenai populasi tersebut. Pada ekosistem yang seimbang tidak ada satu jenis organisme yang menjadi dominan dan populasinya menonjol dibandingkan dengan populasi organisme yang lain.

Sumber :

https://obatpenyakitherpes.id/kaspersky-bantah-dipakai-untuk-retas-komputer-intel-as/