Regangan

Regangan

ReganganRegangan

Regangan (ε) adalah perubahan bentuk akibat tegangan, diukur sebagai rasio perubahan dari sejumlah dimensi benda terhadap dimensi awal dimana perubahan terjadi (Kanginan, 2005). Jika suatu benda ditarik atau ditekan, gaya P yang diterima benda mengakibatkan adanya ketegangan antarpartikel dalam material yang besarnya berbanding lurus. Perubahan tegangan partikel ini menyebabkan adanya pergeseran struktur material regangan atau himpitan yang besarnya juga berbanding lurus. Karena adanya pergeseran, maka terjadilah deformasi bentuk material misalnya perubahan panjang menjadi L + ∆L (atau L – ∆L). Dimana L adalah panjang awal benda dan ∆L adalah perubahan panjang yang terjadi. Rasio perbandingan antara ∆L terhadap L inilah yang disebut strain (regangan) dan dilambangkan dengan “ε” (epsilon). Dengan demikian didapatkan rumus  ε = ∆L/L (Gandavi, 2010):
ε  = regangan/ strain
L  = panjang benda mula-mula (m)
∆L = perubahan panjang benda (m)
Regangan tidak memiliki satuan karena merupakan rasio dari besaran-besaran yang sama. Menurut Hooke regangan sebanding dengan tegangannya, dimana yang dimaksud dengan regangan adalah persentase perubahan dimensi. Terdapat 3 macam regangan, yakni regangan panjang, regangan volume, dan regangan sudut (Zemansky, 1982).

a. Regangan Panjang

Dengan panjang semula sewaktu tiada regangan 1o dan penambahan panjang Δ1 akibat tegangan, regangannya diberikan oleh Δ1/1o.Berdasarkan hukum Hooke ditulis ; γ = (Δ1/1o). Dengan tetapan pembanding lurus γ yang dinamakan modulus elastisitas young.
b. Regangan Volume
Sudah tentu regangan volume yang dimaksud bukan penambahan volume melainkan pengerutan volum akibat penekanan. Untuk itu menurut hukum Hook dapat ditulis : B = (-ΔV/Vo). Dengan B ialah apa yang disebut modulus ketegaran (modulus of rigidity) yang besarnya kurang lebih 1/3 modulus young.