Elastisitas

Elastisitas

Table of Contents

ElastisitasElastisitas

Elastisitas adalah sifat suatu benda untuk kembali ke bentuk awalnya setelah gaya luar dihilangkan. Perubahan bentuk tersebut dapat berupa pertambahan atau pengurangan panjang (Bueche, 2006). Sebuah benda dikatakan elastik sempurna jika setelah gaya penyebab  perubahan bentuk dihilangkan. Sifat dari elastik adalah lentur, fleksibel, dapat mengikuti bentuk dan tidak getas. Banyak benda yang hampir elastik sempurna, yaitu sampai depormasi yang terbatas disebut limit elastiknya, dan apabila gaya-gaya  dihilangkan, maka benda tersebut tidak kembali ke bentuk semula. Beberapa bahan mendekati sifat tidak elastik sempurna dan menujukkan  tidak ada kecenderungan untuk kembali ke bentuk semula setelah gaya dihilangkan. Bahan ini disebut bersifat pelastik yakni getar, keras namun relatif mudah hancur dibanding benda pejal atau solid (Soedojo, 2004).

Sebenarnya perbedaan antara sifat elastik dan pelastik hanyalah terletak pada tingkatan dalam besar atau kecilnya deformasi yang terjadi. Anggap saja benda-benda ini bersifat homogen dan isotropik. Homogen berarti pada setiap bagian benda mempunyai  kerapatan sama. Sedangkan isotropik artinya pada setiap titik pada benda mempunyai sifat-sifat fisis sama kesegala arah (Ganijanti, Aby Sarojo. 2002:318).

2. Tegangan

Tegangan adalah gaya-gaya yang merenggang per satuan luas penampang yang dikenainya (Bahtiar, 2010 ). Secara kuantitatif tegangan dapat dinyatakan dengan berbagai cara, yang paling sering adalah tegangan permukaan, yakni gaya yang dikerahkan ke bidang permukaan per satuan panjang ( Robert, 1991). Tegangan permukaan dinyatakan sebagai gaya per satuan panjang yang diperlukan untuk memperluas permukaan. Simbol yang digunakan untuk tegangan permukaan adalah γ dan satuannya adalah dyne/cm (Sutrisno, 1992).
Tegangan permukaan atau tegangan antar muka adalah suatu gaya nyata yang efeknya tampak pada tingkat makroskopik seperti halnya pada tingkat molekuler. Hal ini dapat dilukiskan dengan meletakkan sebuah kerangka kawat dengan batang yang dapat bergerak dalam larutan energi per satuan luas jika kerja yangdiperlukan untuk memindahkan batang yang bergerak dengan suatu jarak kecil. Kebanyakan antar yang tercakup dalam sistem farmasetik berbentuk lengkung (Lachman, 1994). Tegangan dapat diformulasikan sebagai  σ = F/A (Gandavi, 2010):
σ  = Tegangan (N/m2)
F  = Gaya tarikan (N)
A = Luas penampang (m2)