Tingkat-Tingkat Apresiasi Sastra

Tingkat-Tingkat Apresiasi Sastra

Cara meningkatkakn apresiasi seseorang terhadap satra anak itu dapat melalui kegiatan membaca sastra anak sebanyak-banyaknya, mendengarkan pembacaan sastra anak sebanyak mungkin, dan menonton pertunjukan sastra anak adalah salah satu cara dalam upaya mmeningkatkan apresiasi sastra anak.

Sementara itu, menurut Yus Rusyana (1979: 2) menyatakan ada tiga tingkatan dalam apresiasi sastra, yaitu:

  1. seseorang mengalami pengalaman yang ada dalam cipta sastra anak, ia terlibat secara emosional, intelektual, dan imajinatif
  2. setelah mengalami hal seperti itu, kemudian daya intelektual seseorang itu bekerja lebih giat menjelajahi medan makna karya sastra yang diapresiasinya
  3. seseorang itu menyadari hubungan sastra dengan dunia di luarnya sehingga pemahaman dan penikmatannya dapat dilakukan lebih luas dan mendalam.

Pembelajaran Apresiasi Sastra

Pembelajaran apresiasi sastra anak di sekolah dasar meliputi tiga tahapan yang harus dilalui seorang guru, yaitu :

  1. Persiapan Pembelajaran

Tahap persiapan pembelajaran apresiasi sastra anak di sekolah dasar bagi seorang guru dapat menyangkut dengan dirinya, yaitu

  1. persiapan fisik, dan
  2. persiapan mental.

Fisik seorang guru harus sehat jasmaninya, tidak sakit-sakitan. Mentalnya pun harus sehat jiwanya, tidak sakit ingatan.

Sementara itu, hal-hal teknis yang perlu dipersiapkan adalah:

1)      Memilih Bahan Ajar

Bahan ajar dapat diperoleh dari buku-buku bacaan sastra anak di perpustakaan sekolah, perpustakaan pemerintah daerah, took buku ataupun buku pelajaran sekolah yang sudah tersedia. Namun apabila belum tersedia dalam buku pelajaran sekolah, seorang guru harus mencarinya ke tempat-tempat tersebut. Bahan ajar harus sesuai dengan anak didik sehingga pertimbangan usia anak didik menjadi pilihan utama. Keberagaman tema, keberagaman pengarang, dan bobot atau mutu karya sastra yang akan dijadikan bahan ajar juga menjadi pertimbangan yang matang. Menentukan metode harus disesuaikan dengan kemampuan guru dan kebutuhan serta kesesuaian dengan keadaan siswa. Menuliskan persiapan mengajar harian merupakan salah satu bentuk keprofesionalan seorang guru. Penulisan PMH itu juga menunjukkan bahwa guru siap secara lahir batin hendak menyampaikan pembelajaran apresiasi sastra anak di sekolah dasar.

Sumber: http://linux.blog.gunadarma.ac.id/2020/07/14/jasa-penulis-artikel/