Menentukan Metode Pembelajaran

Menentukan Metode Pembelajaran

Beberapa metode untuk pembelajaran apresiasi sastra anak di sekolah dasar yang sekiranya cocok dapat digunakan, antara lain:

  1. a)Metode berkisah;
  2. b)Metode pembacaan
  3. c)Metode peragaan
  4. d)Metode Tanya jawab
  5. e)Metode penugasan

Metode berkisah dapat diberikan oleh bapak atau ibu guru di  depan kelas dengan membawakan sebuah kisah. Secara lisan metode berkisah dapat disampaikan selama 15-25 menit untuk menarik perhatian siswa. Metode berkisah tidak sama dengan metode berceramah. Kisah tidak semata-mata disampaikan monoton dengan narasi, tetapi perlu selingan dialog dan humor dengan suara yang berubah-ubah.

Metode pembacaan perlu diberikan kepada siswa untuk melatih vocal. Pembacaan puisi dengan suara nyaring kan lebih menarik. Dalam melaksanakan metode pembacaan ini perlu diperhatikan irama, intonasi, lagu kalimat, jeda, dan nada dngan tinggi rendahnya suara atau panjajng pendeknya suara.

Pada awalnya metode peragaan lebih cenderung diberikan oleh guru untuk memperagakan gerakan-gerakan yang tersirat dalam teks sastra anak. Metode peragaan ini hampir sama dengan metode demonstrasi yang mengombinasikan teknik lisan dengan suatu perbuatan. Gerak raut wajah dan ucapan seorang ketika sedang marah tentu berbeda dengan raut wajah dan ucapan seseorang yang sedang dirundung kesedihan. Tutur kata, raut muka, dan gerakan badan seorang tokoh dapat diperagakan oleh guru di depan muridnya.

Metode Tanya-jawab dapat diberikn setelah terlebih dahulu siswa ikut terlibat dalam apresiasi sastra anak secara langsung. Artinya dapat dapat diajukan oleh seorang guru kepada siswanya setelah siswa itu membaca, mendengar atau menonton pertunjukan pentas sastra.

Pelaksanaan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran apresiasi sastra anak di sekolah dasar dapat dimulai dari kegiatan pra-KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) hingga KBM di kelas. Kegiatan pra-KBM dapat dilakukan dengan memberi salinan atau kopi teks sastra, diberi tugas membaca, menghafalkan, meringkas atau mencatat dan menemukan arti kata-kata sukar yang terdapat dalam teks sastra. KBM di kelas dapat dilakukan dengan memberi tugas membaca sajak, membaca cerita, berdeklamasi atau mendongeng di depan kelas, Setelah itu baru diadakan tanya jawab, menuliskan pendapat, dan berdiskusi bersama merumuskan isi, tema, dan amanat.

Sumber: https://pendidikan.co.id/jasa-penulis-artikel/