Tokoh-Tokoh Yang Terlibat dalam PKI

Tokoh-Tokoh Yang Terlibat dalam PKI

Tokoh Tokoh yang terlibat dalam PKI :

  1. Musso (Tokoh utama dan Pemimpin pemberontakan PKI Madiun tahun 1948 )
  2. Amir Syarifuddin (Pemimpin FDR)
  3. Kolonel Dahlan (Pemimpin Brigade 29 )

Tokoh tokoh yang ditugaskan dalam penumpasan PKI di madiun :

  1. Tentara dari Jawa Tengah dipimpin oleh Kolonel Gatot Subroto.
  2. Tentara dari Jawa Timur dipimpin oleh Kolonel Sungkono.
  3. Mobil Brigade Karesidenan Surabaya.
  4. Mobil Brigade Besar Jawa Tengah.
  5. Mobil Brigade Besar Jawa Timur dipimpin oleh KP. I M. Yasin.

Para pimpinan Mobrig dalam penumpasan PKI Madiun :

  1. KP. I M Yasin                                  :        Pimpinan Operasi
  2. KP. II Soetjipto Joedodiharjo            :        Pengendali Operasi
  3. IP. I Soetjipto Danoekusumo            :        Komandan Operasi
  4. PIP. I Imam Bachri                          :        Komandan Batalyon
  5. PIP. I Abdul Rahman                       :        Wakil Komandan Batalyon

Para Komandan Kompi Mobrig :

  1. PIP. II Sutopo                                :        MBK Surabaya
  2. PIP. II Yusuf Jayengrono                 :        MBK Surabaya
  3. PIP. II Kusnadi                               :        MBK Surabaya
  4. PIP. II Sukadi                                 :        MBB Jawa Timur
  5. PIP. II Wirato                                 :        MBB Jawa Timur

Tujuan Pemberontakan PKI di Madiun

Tujuan pertama yang dilakukan oleh PKI adalah dengan melakukan propaganda kepada masyarakat untuk mempercayai akan pentingnya Front Nasional. Lewat Front Nasional tersebut dilakukan penggalangan kekuatan revolusioner dari masyarakat tani, buruh, dan golongan rakyat miskin lainnya dengan memanfaatkan keresahan sosial yang terjadi di antara masyarakat tersebut. PKI berencana bahwa setelah upaya tersebut dilakukan, maka selanjutnya PKI akan berkoalisi dengan tentara. PKI beranggapan bahwa tentara Indonesia harus memiliki sikap yang sama seperti tentara merah yang berada di Uni Soviet. Tentara yang dipilih oleh PKI harus memiliki pengetahuan di bidang politik dan dibimbing oleh opsir-opsir politik, serta harus memiliki pemikiran anti penjajahan. Sebagian besar tentara yang bergabung dengan PKI adalah tentara yang mempunyai rasa sakit hati akibat adanya program Rasionalisasi dan Reorganisasi oleh kabinet Hatta dan secara kebetulan mereka juga menemukan persamaan tujuan dengan PKI.

Pemberontakan yang dilakukan oleh PKI di Madiun di mulai pada jam 03.00 setelah terdengarnya tembakan pistol tiga kali sebagai tanda dimulainya gerakan non-parlementer oleh kelompok komunis, kemudian disusul dengan adanya gerakan pelucutan senjata. Selanjutnya, kesatuan PKI menguasai tempat-tempat penting yang berada di kota Madiun, seperti tempat penyimpanan uang rakyat (Bank), Kantor Polisi, Kantor Pos, dan Kantor Telepon. Setelah itu, para pasukan PKI melanjutkan aksinya dengan menguasai Kantor Radio RRI dan Gelora Pemuda yang akan digunakan sebagai alat untuk mengumumkan ke seluruh penjuru negeri mengenai penguasaan kota Madiun yang nantinya akan memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). PKI juga mengumumkan pendirian Sovyet Republik Indonesia dan pembentukan pemerintahan Front Nasional. Proklamasi ini diumumkan oleh Supardi, seorang tokoh FDR dari PESINDO dengan diiringi pengibaran bendera merah. Dengan adanya proklamasi tersebut, maka kota Madiun dan sekitarnya dinyatakan resmi sebagai daerah yang merdeka dan tidak lagi menjadi bagian dari Indonesia.

Sumber: https://www.gurupendidikan.co.id/jasa-penulis-artikel/