Apakah ciri-ciri subjek

Apakah ciri-ciri subjek

Apakah ciri-ciri subjekApakah ciri-ciri subjek

  1. Berbentuk kata benda.
  2. Dapat diikuti oleh kata ini dan itu.
  3. Dapat diikuti oleh partikel pun.
  4. Terletak di depan predikat.
  5. Dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan dengan kata tanya apa dan siapa.

 

Predikat

Kata lain dari predikat adalah sebutan. Predikat merupakan bagian yang menjelaskan subjek

Menurut sifatnya, predikat dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:

  1. Predikat verbal, adalah predikat yang berupa kata kerja.

Contoh:

Nani   menyapu   halaman

S            P                 K

 

Ibu   memasak   sayur

S            P              K

 

Kata menyapu dan memasak merupakan kata kerja.

 

  1. Predikat nominal, adalah predikat yang berupa kata benda, kata sifat, atau kata bilangan.

Contoh:

Ia   guru

S      P

 

Anaknya   pandai-pandai

S                     P

 

Roda truk itu    enam

S                    P

 

Guru menduduki fungsi predikat berupa kata benda.

Pandai-pandai menduduki fungsi predikat berupa kata sifat.

Enam menduduki fungsi predikat berupa kata bilangan

 

Apakah ciri-ciri predikat?

  1. Memberi penjelasan subjek.
  2. Berada setelah subjek.

 

Objek

Objek ini dapat dikenali dengan dua cara.

  1. Dengan melihat jenis predikatnya.
  2. Dengan memperhatikan ciri khas objek itu sendiri.

 

Objek terletak bergantian fungsi dengan subjek. Objek  pada kalimat aktif bisa menjadi subjek pada kalimat pasif. Sebaliknya, subjek pada kalimat pasif dapat menjadi objek pada kalimat aktif.

Contoh:

Nana   makan   roti  >< Roti   dimakan  Nana

S          P          O             S          P            O

 

Ibu  menggendong  adik  ><  Adik  digendong  ibu

S           P                   O              S             P           O

 

Menurut sifatnya terdapat tiga jenis objek.

Objek penderita, adalah objek yang dikenai perbuatan. Objek penderita atau pelengkap penderita terdapat pada kalimat aktif.

Objek pelaku adalah objek yang melakukan perbuatan. Objek pelaku atau pelengkap pelaku terdapat dalam kalimat pasif.

Objek penyerta adalah objek yang menyertai perbuatan. Biasanya objek terletak di belakang pelaku atau objek penderita. Objek penyerta disebut juga pelengkap penderita.

 

Pelengkap

Pelengkap disebut juga dengan istilah komplemen. Objek dan pelengkap mempunyai kemiripan. Keduanya menjelaskan predikat. aletaknya pun sama-sama dibelakang predikat. Kategori katanya pun sama yaitu nomina.

 

Pelengkap mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.

  1. Berjenis kata benda, kerja, dan sifat.
  2. Berada di belakang predikat dan dapat didahului dengan kata depan.
  3. Kalimatnya tidak dapat diubah menjadi kalimat pasif.
  4. Pelengkap tidak bisa diubah menjadi subjek.
  5. Tidak dapat diganti dengan -nya

Contoh:

– Ani sedang belajar menyanyi.

– Negara Indonesia berdasarkan Pancasila.

– Banyak orang asing belajar bahasa Indonesia.

Kata menyanyi, Pancasila, dan bahasa Indonesia merupakan pelengkap. Ketiga kalimat tersebut tidak dapat dibalik. Menyanyi, Pancasila, dan Bahasa Indonesia tidak dapat diletakan di awal kalimat.

Keterangan

Keterangan adalah bagian kalimat yang memberi penjelasan mengenai kalimat atau bagian kalimat. Terdapat beberapa jenis keterangan sebagai berikut:

Keterangan tempat, misalnya: di rumah, ke kota, dan dari sana. Keterangan tempat biasa didahului oleh kata depan yang menyatakan tempat. Kata depan yang menyatakan tempat yaitu: di, ke, dan dari. Keterangan tempat ini menjelaskan di “ruang” manakah peristiwa itu terjadi.

Keterangan waktu, misalnya: kemarin, hari ini, besok, dua tahun yang lalu, yang akan datang, dan tahun depan. Ada beberapa keterangan tempat yang didahului kata depan pada. Keterangan waktu ini menjelaskan pada “waktu” kapankah suatu peristiwa terjadi.

Keterangan alat, misalnya: dengan pisau, dengan galah, dan dengan pensil warna. Keterangan alat bisa didahului dengan kata depan dengan. Keterangan alat menjelaskan dengan alat apakah suatu tindakan dilaksanakan.

Keterangan cara, misalnya: dengan bersorak-sorak, secara sederhana, dan secara acak. Keterangan cara menjelaskan bagaimana suatu tindakan dilakukan. Keterangan cara menggunakan kata depan dengan dan secara.

Keterangan tujuan, misalnya: supaya cepat, agar lancar, bagi sesama, dan demi mencapai tujuan. Keterangan tujuan menjelaskan hasil dari suatu tindakan yang dikehendaki. Keterangan tujuan menggunakan kata supaya, agar, bagi, dan demi.

Keterangan penyerta, misalnya: dengan teman sebangku, bersama orang tuanya, dan beserta adiknya. Keterangan penyerta ini menjelaskan keikutsertaan seseorang dalam suatu perbuatan. Keterangan penyerta menggunakan kata dengan, bersama, dan beserta.

Keterangan similatif/perbandingan, misalnya: sebagai anak yang baik, seperti suara halilintar, bagai api dan air. Keterangan similatif menjelaskan perbandingan antara perbuatan satu dengan perbuatan yang lain. Keterangan similatif ini menggunakan kata seperti, bagaikan, dan sebagai.

Keterangan penyebaban, misalnya: karena hujan turun, dan sebab kesiangan. Keterangan penyebaban menjelaskan sebab-sebab terjadinya sesuatu. Keterangan penyebaban menggunakan kata karena dan sebab.

Keterangan kesalingan, misalnya: satu sama lain. Ketrangan kesalingan menjelaskan suatu tindakan dilaksanakan secara bersama-sama.


Sumber: https://gurupendidikan.org/