Bentuk Kebijakan Fiskal

Bentuk Kebijakan Fiskal

Bentuk Kebijakan Fiskal

Bentuk Kebijakan Fiskal

  1. Penstabil Otomatik

Penstabil otomatik adalah bentuk-bentuk sistem fiskal yang sedang berlaku yang secara otomatik cenderung untuk menimbulkan kestabilan dalam kegiatan ekonomi. Dalam suatu perekonomian modern, penstabil otomatik terutama adalah :

  1. Sistem Perpajakan yang Progresif dan Proporsional

Sistem pajak progresif adalah suatu sistem perpajakan yang menggunakan presentase lebih tinggi seiring dengan semakin tingginya jumlah pendapatan. Sistem pajak progresif biasanya digunakan dalam memungut pajak pendapatan individu dan dikonkretkan hampir disemua negara. Sedangkan pajak proporsional adalah suatu sistem perpajakan yang menggunakan presentase yang sama terhadap seluruh tingkat pendapatan.

Dibeberapa negara, sistem pajak proporsional biasanya digunakan untuk memungut pajak atas keuntungan perusahaan-perusahaan korporat, yaitu, pajak yang harus dibayar  adalah proporsional dengan keuntungan yang diperoleh, misalkan 30 % dari keuntungan adalah pajak yang harus dibayarkan. Kedua sistem pajak ini cenderung untuk mengurangi fluktuasi kegiatan perekonomian dari satu periode ke periode lainnya. Ketika ekonomi mengalami resesi, pajak yang dipungut dari individu dan perusahaan akan mengalami penurunan. Sebagai akibatnya pendapatan disposibel akan menurun pada tingkat yang lebih lambat dari penurunan dalam pendapatan nasional. Perubahan seperti ini memperlambat penurunan dalam pengeluaran konsumsi rumah tangga.

  1. Kebijakan Harga Minimum

Kebijakan harga minimum merupakan suatu sistem pengendalian harga yang bertujuan menstabilkan pendapatan para petani dan pada waktu yang sama menjaga agar pendapatannya cukup tinggi. Permintaan dan penawaran barang pertanian sifatnya inelastic. Sebagai akibatnya dalam penawaran akan menimbulkan fluktuasi harga yang cukup besar dan memengaruhi kestabilan pendapatan petani. Tujuan kebijakan ini adalah untuk menstabilkan harga dan pendapatan serta membantu mengurangi fluktuasi kegiatan keseluruhan ekonomi.

  1. Sistem Asuransi Pengangguran

Sistem ini adalah suatu bentuk jaminan sosial yang diberikan kepada penganggur. Sistem ini pada dasarnya mengharuskan : tenaga kerja yang sedang bekerja untuk membayar asuransi pendapatan danmenerima sejumlah pendapatan yang ditentukan pada saat menganggur.

  1. Kebijakan Fiskal Diskresioner

Kebijakan fiskal diskresioner adalah langkah –langkah dalam bidang pengeluaran pemerintah dan perpajakan yang secara khusus membuat perubahan ke atas sistem yang ada, yang bertujuan untuk mengatasi masalah –masalah ekonomi yang dihadapi. Karena ternyata penstabil otomatik walaupun menjalankan fungsi yang penting dalam mengurangi fluktuasi kegiatan ekonomi dari satu periode ke periode lainnya, namun tetap tidak dapat mengatasi masalah pengangguran atau inflasi dalam perekonomian, sehingga dibutuhkanlah suatu kebijakan fiskal diskresioner.

Secara umum, kebijakan diskresioner dapat digolongkan menjadi dua bentuk :

  1. Kebijakan fiskal ekspansi (expansionary fiscal policy)

Kebijakan fiskal ekspensi maksudnya adalah pada kondisi perekonomian yang rendah ketika menghadapi masalah pengangguran, dibutuhkan suatu kebijakan yang mampu mendorong perekonomian agar mampu tumbuh dan mengurangi jumlah pengangguran. Bentuk dari kebijakan fiskal ini adalah dengan menambah pengeluaran pemerintah, misalnya pembangunan infrastruktur dan kegiatan ekonomi yang lain, laludengan mengurangi tingkat presentase pengenaan pajak.

  1. Kebijakan fiskal kontraksi ( contractionary fiscal policy)

Kebijakan ini dilakukan ketika masalah inflasi yang dihadapi atau perekonomian telah mencapai kesempatan kerja penuh dan tingkat pengangguran sangat rendah.


Baca Juga :