Disentri: Gejala, Penyebab, Pengobatan, Komplikasi dll

Disentri: Gejala, Penyebab, Pengobatan, Komplikasi dll

Apakah Anda tengah mengalami sakit perut, perut mual, demam, dan feses yang dikeluarkan berdarah serta berlendir? Hati-hati, mampu menjadi ini merupakan tanda-tanda penyakit disentri. Simak Info berkenaan penyakit ini lebih lanjut menjadi berasal dari ciri-ciri, penyebab, pengobatan, sampai komplikasinya!

Apa Itu Disentri?
Disentri adalah kondisi di mana usus mengalami peradangan yang kemudian membuat diare. Saat Anda mengalami penyakit ini, frekuensi membuang air besar (BAB) akan lebih sering, pun diikuti oleh sejumlah tanda-tanda lainnya seperti perut sakit dan feses yang berdarah.

Kondisi lingkungan sekitar yang tidak higienis, mengkonsumsi makanan yang tercemar, sampai kebiasaan malas membasuh tangan sehabis berasal dari toilet adalah faktor-faktor pemicu terserangnya tubuh oleh disentri. Selain itu, kontak fisik bersama dengan penderita disentri terhitung turut berkontribusi dalam penyebaran penyakit ini.

Ciri dan Gejala Disentri
Karena penyakit ini mengenai bersama dengan sistem pencernaan (tepatnya usus), maka tanda-tanda yang terlihat berada di sekitar daerah perut. Umumnya, tanda-tanda disentri berupa:

Demam
Nyeri atau kram perut
Perut menjadi mual
Buang air besar berkali-kali dalam sehari
Feses berdarah dan berlendir
Masalah pencernaan ini akan terlihat sekitar 1 sampai 2 hari pasca usus terinfeksi bakteri. Apabila Anda mengalami satu atau lebih dari satu berasal dari tanda-tanda di atas, langsung periksakan diri ke dokter untuk ditunaikan pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut.

Kapan Harus Periksa ke Dokter?
Anda sangat direkomendasi untuk langsung bisa saja memeriksakan diri ke dokter kalau merasakan tidak benar satu atau lebih dari satu berasal dari tanda-tanda di atas dan udah berjalan dalam waktu yang memadai lama bersama dengan intensitas yang makin lama meningkat berasal dari waktu ke waktu.

Penanganan medis sedini bisa saja diharapkan mampu menambah kesempatan kesembuhan penyakit ini. Sebaliknya, penanganan medis yang terlambat berisiko menimbulkan komplikasi yang mampu saja membahayakan nyawa.

Penyebab Disentri
Penyebab disentri dibagi menjadi 2, yakni berdasarkan mikroorganisme yang menginfeksinya, apakah bakteri atau amoeba. Berikut adalah penjelasannya.

1. Disentri Akibat Infeksi Bakteri (Bacillary Dysentery atau Shigellosis)
Penyebab disentri yang pertama yakni infeksi usus oleh bakteri. Bakteri penyebab disentri sendiri terdiri dari:

Shigella
Campylobacter
Coli
Salmonella
Shigella menjadi bakteri yang paling kerap menginfeksi usus sehingga membuat disentri. Bakteri ini biasanya terdapat di dalam tinja berasal dari orang yang terinfeksi dan mampu menyebar melalui sejumlah cara, seperti tangan yang tidak dicuci sampai bersih sehabis BAB, dan mengkonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi.

Sayangnya, kontak fisik mampu membuat Anda terkena disentri ini, sekalipun Anda teratur membasuh tangan dan makan makanan yang terjamin higienitasnya. Oleh gara-gara itu, mutlak sekali bagi kami semua untuk senantiasa melindungi kebersihan diri dan lingkungan manfaat menghambat penyebaran bakteri disentri ini.

2. Disentri Akibat Infeksi Amoeba (Amoebiasis)
Selain bakteri, penyebab disentri terhitung mampu gara-gara infeksi amoeba yang bernama entamoeba histolytica. Sama seperti disentri akibat bakteri, disentri akibat amoeba terhitung gara-gara kondisi lingkungan yang tidak higienis, kontak fisik bersama dengan orang yang terkena disentri, dan mengkonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi.

Faktor Risiko Disentri
Penyakit ini tidak mengenal usia, tetapi anak-anak dan lansia lebih rentan terhadap infeksi bakteri penyebab disentri ini dan biasanya mesti merintis rawat inap manfaat membuat sembuh penyakitnya.

Singkatnya, penyakit pencernaan yang satu ini rentan untuk dialami oleh seseorang yang punya kontak langsung bersama dengan orang lain yang udah lebih dulu terserang.

Diagnosis Disentri
Manakala Anda merasakan gejala-gejala sebagaimana udah disebutkan di atas, langsung kunjungi dokter manfaat ditunaikan pemeriksaan lebih lanjut. Dokter akan jalankan sejumlah prosedur pemeriksaan manfaat meyakinkan apakah tanda-tanda yang dialami mengarah terhadap disentri atau bukan.

Jenis dan tahapan pemeriksaan yang dimaksud meliputi:

1. Anamnesis
Dokter akan mengajukan lebih dari satu pertanyaan kepada Anda manfaat mendapatkan simpulan awal (hipotesis). Pertanyaan-pertanyaan tersebut di antaranya:

Gejala apa saja yang dirasakan?
Sudah berapa lama kondisi ini berlangsung?
Apakah dulu mengalami kondisi ini sebelumnya? Jika ya, seberapa sering?
Makanan dan minuman apa saja yang biasa dikonsumsi sehari-hari?
Apakah dulu jalankan kontak langsung/tidak langsung bersama dengan penderita penyakit ini?
Apakah punya alergi obat?
2. Pemeriksaan Fisik
Prosedur diagnosis seterusnya yakni bersama dengan jalankan pemeriksaan fisik. Pada step ini, dokter akan memeriksa kondisi fisik pasien seperti perut, berat badan, dan tekanan darah.

Hasil berasal dari pemeriksaan fisik mampu saja udah memadai untuk meyakinkan terkecuali pasien sebenarnya menderita persoalan pencernaan ini. Akan tetapi, dokter bisa saja masih memerlukan sejumlah tes lainnya sebelum sangat menyebutkan terkecuali pasien di serang disentri.

3. Pemeriksaan Penunjang
Guna lebih meyakinkan lagi, sejumlah tes penunjang akan dilakukan. Tes penunjang yang dimaksud pada lain sebagai berikut:

Pemeriksaan Laboratorium
Dokter akan mengambil sampel feses Anda. Setelah itu, dokter akan memeriksa apakah di dalam feses Anda terdapat bakteri atau amoeba yang membuat munculnya tanda-tanda penyakit.

USG
Sementara itu, terkecuali penyakit ini udah sampai menimbulkan komplikasi berwujud abses hati, dokter akan mengambil sampel darah pasien, atau jalankan cek USG di daerah perut manfaat lihat kondisi hati (liver) yang mengalami abses tersebut.

Kolonoskopi
Kolonoskopi adalah prosedur pemeriksaan medis bersama dengan cara memasukkan kamera ke dalam tubuh melalui lubang anus manfaat lihat kondisi usus.

Sebelum menerapkan prosedur kolonoskopi, dokter akan meminta Anda untuk jalankan diet singkat sepanjang lebih dari satu hari sebelumnya, pun menambahkan obat pencahar dan obat penenang.

Pengobatan Disentri
Cara membuat sembuh penyakit ini ada lebih dari satu macam, tergantung berasal dari seberapa kronis kondisi yang dialami. Pada persoalan yang ringan, pasien lebih-lebih tidak memerlukan pengobatan serupa sekali gara-gara infeksi mampu pulih bersama dengan sendirinya dalam kurun waktu sekitar satu minggu. Akan tetapi terhadap persoalan yang udah memadai serius, lazimnya dokter akan menambahkan resep obat disentri.

Berikut adalah lebih dari satu semisal obat yang mampu dikonsumsi.

1. Antibiotik
Antibiotik adalah obat yang paling efektif. Obat ini bertugas untuk membasmi bakteri dan amoeba penyebab problem pencernaan ini. Contoh antibiotik yang dimaksud pada lain:

Ciprofloxacin
Ceftriaxone
Ampisilin
Metronidazole
Trinidazole
2. Oralit
Selain antibiotik, larutan oralit adalah obat ampuh untuk menangani diare yang terhitung terlihat akibat penyakit ini. Oralit berfungsi untuk mengambil alih cairan yang banyak hilang sepanjang menderita problem pencernaan tersebut.

Oralit mampu Anda temukan di apotek, toko obat, atau dibuat sendiri bersama dengan melarutkan gula dan garam di dalam air putih. Ingat, tanyakan dulu kepada dokter untuk mendapatkan dosis ideal berasal dari obat ini.

Komplikasi Disentri
Jika tidak langsung ditangani, bukan tidak bisa saja penyakit saluran cerna ini akan membuat komplikasi kebugaran nyata-nyata yang membahayakan diri Anda. Macam-macam komplikasi yang dimaksud adalah sebagai berikut:

1. Infeksi Aliran Darah (Septikemia)
Infeksi aliran darah (septikemia) adalah kondisi di mana bakteri sukses masuk ke dalam aliran darah. Kendati jarang terjadi, Anda senantiasa mesti mewaspadai bisa saja terjadinya septisemia ini.

Selain disentri, semisal penyakit yang berpotensi membuat septisemia di antaranya HIV/AIDS, kanker, atau mereka yang tengah merintis kemoterapi.

2. Sindrom Uremik Hemolitik (HUS)
Sindrom Uremik Hemolitik (HUS) adalah kondisi saat infeksi yang menyerang sistem pencernaan memproses racun yang kemudian merusak sel darah merah. HUS ini tergolong penyakit nyata-nyata sehingga saat Anda didiagnosis menderita HUS, maka penanganan medis khusus mutlak untuk langsung ditunaikan untuk menghambat kondisinya jadi tambah parah.

3. Arthritis
Radang sendi (arthritis) berkontribusi sekitar 2 % berasal dari total komplikasi disentri yang bisa saja terjadi. Arthritis berjalan terkecuali bakteri yang menginfeksi adalah bakteri shigella berjenis shigella flexneri.

Saat mengidap artritis, Anda akan merasakan sejumlah gejala, seperti:

Nyeri sendi
Iritasi mata
Buang air kecil menjadi sakit
Komplikasi ini mampu berjalan sepanjang berminggu-minggu lebih-lebih berbulan-bulan. Oleh gara-gara itu, waktu Anda menderita penyakit pencernaan tersebut, langsung jalankan penanganan medis sebelum jadi tambah kronis dan menimbulkan komplikasi.

4. Abses Hati
Apabila penyakit ini disebabkan oleh infeksi amoeba (amoebiasis), maka komplikasi yang terlihat mampu berwujud penyakit abses hati, kendati jarang terjadi.

Jika terus dibiarkan, kondisi ini mampu mengancam keselamatan jiwa gara-gara infeksi mampu menjalar ke paru-paru lebih-lebih ke otak.

5. Kejang-Kejang
Pada anak-anak, komplikasi yang lazim berjalan adalah kejang-kejang. Belum ada penjelasan medis yang kuat mengenai komplikasi yang satu ini.

Akan tetapi, tanda-tanda kejang-kejang biasanya tidak beresiko gara-gara biasanya akan hilang dalam lebih dari satu hari, lebih-lebih tanpa pengobatan sekalipun. Jika kejang-kejang tak kunjung reda, langsung periksakan diri ke dokter untuk ditunaikan penanganan medis lebih lanjut.

Pencegahan Disentri
Penyakit ini mampu dicegah. Caranya adalah bersama dengan menerapkan sejumlah tips tersebut ini:

Menjaga kebersihan tubuh, lebih-lebih tangan dan saluran pembuangan (ekskresi).
Mengonsumsi makanan yang udah teruji higienitasnya.
Menjaga kebersihan lingkungan.
Menghindari makanan yang sangat pedas.
Minum air putih yang cukup.
Istirahat yang cukup.

Itu dia Info berkenaan disentri. Menerapkan hidup yang sehat dan peduli bersama dengan kebersihan adalah kunci utama untuk hindari diri Anda dan keluarga berasal dari penyakit yang satu ini. Semoga bermanfaat!

Artikel Lainnya : teknik dasar sepak bola

Baca Juga :