Desain Database

Table of Contents

Desain Database

Desain Database
Desain Database

Sebuah RDBMS dapat dijadikan sebagai solusi untuk desain database . RDBMS dapat mendistribusikan data dengan mudah lewat SQL . keuntungan SQL dsebagai aristektur c/s adalah “nonnavigational” . Di dalam RDBMS , tipe data dapat dispesifikan dengan menggunakan SQL , tanpa menggunakan informasi navigational . implikasi dari hal ini adlah RDMBS harus handal dalam memilihara lokasi dari data dan kapabel dalam mendefinisikan jalur terbaik untuk hal itu . Dalam database system yang kurang handal , request untuk data , harus mengindikasikan apa yang harus diakses , dan dimana harus mengakses data tersebut . Harus dicatat , bahwa distribusi data dan teknik memanaje tersedia untuk desainer , antara lain :
· Manual extract : User diperbolehkan untuk mengcopy secara manual data yang diinginkan dari server ke client . Pendekatan ini sangat berguna apabila data statis diperlukan dan kontrol dari pengekstrakan dapat dihandle oleh user .
· Snapshot : teknik ini mengotomatisasi manual extract dengan menentukan sebuah “snapshot” dari data yang harus di transfer dari server ke client pada interval yang telah ditentukan . Pendekatan ini sangat berguna untuk mendistribusikan data statis yang jarang diupdate .
· Replication : teknik ini dapat digunakan apabila banyak kopi dari data harus dijaga pada situs yang berbeda (contoh : antara server yang berbeda atau antara client dan server) , disini level kompleksitas meningkat karena konsistensi data , update , keamanan , dan pemrosean harus di koordinasi pada banyak situs .
· Fragmentation : Pada pendekatan ini , sistem database di fragmentasi lewat beberapa mesin . Walaupun sangat menggiurkan dalam teori , namun fragmentation sangat sulit diimplementasikan dan jarang ditemui .
Overview dari pendekatan desain
Langkah untuk mendesain sebuah proses bisni s awal (EBP – Elementary Business Process) yang mengombinasikan elemen dari desain konvesional dengan element dari object oriented desain . Dengan asumsi bahwa requirement model yang mendefinisikan objek bisnis telah dibuat dan diperbaharui lebih dulu dari pendesainan EBP .

Sumber : https://cialis.id/