kriteria pengakuan laporan

kriteria pengakuan laporan

Table of Contents

kriteria pengakuan laporan

kriteria pengakuan laporan
kriteria pengakuan laporan
Tanggapan:
Dengan kriteria pengakuan laporan keuangan yang demikian ketat, Wallman mengkawatirkan bahwa relevansi laporan keuangan akan semakin berkurang, dimana laporan keuangan tidak akan melaporkan item-item yang mungkin relevan namun tidak memenuhi kriteria pengakuan. Wallman (1996) mengkritisi kriteria pengakuan yang menurutnya terlalu memfokuskan pada kriteria keandalan pengukuran sehingga banyak informasi relevan yang tidak tercermin di laporan keuangan karena tidak memenuhi kriteria tersebut. Untuk memastikan bahwa pembaca laporan tetap memperoleh informasi relevan namun kurang andal, Wallman mengusulkan suatu model pelaporan dengan banyak tingkatan (multilayered reporting), dengan tiap tingkat menggunakan kriteria pengakuan dan pengukuran yang berbeda, yaitu:
  1. Tingkat pertama adalah item-item yang memenuhi kriteria pengakuan dan menyerupai laporan keuangan dengan format sekarang.
  2. Tingkat kedua adalah item-item yang memenuhi kriteria pengakuan, kecuali bahwa terdapat masalah keandalan pengukuran item tersebut. Contohnya nilai dari merk dan aktiva tidak berwujud.
  3. Tingkat ketiga adalah item-item yang mempunyai masalah definisi maupun keandalan, seperti pengukuran kepuasan konsumen.
  4. Tingkat keempat adalah item-item yang memenuhi kriteria pengukuran, keandalan dan relevansi, namun tidak memenuhi definisi elemen dari laporan keuangan, seperti metrik sensitivitas risiko.

 

Usulan Wallman (1996) pada dasarnya memperluas cakupan akuntansi untuk pihak eksternal, yaitu tidak harus selalu mencakup item-item yang bersifat keuangan, namun dapat juga mencakup item-item yang bersifat non-keuangan atau yang sulit dinilai dalam uang. Untuk memenuhi syarat kualitas primer dari suatu laporan keuangan, maka laporan keuangan tersebut harus relevan dan handal. Dimana kualitas primer merupakan kualitas utama yang membuat informasi akuntansi berguna sebagai dasaruntuk pengambilan keputusan. Untuk memecahkan permasalahan dalam pengakuan dan pelaporan akuntansi maka diperlukan suatu standar yang telah disetujui oleh seluruh pihak yang dapat dijadikan acuan dalam pembuatan laporan keuangan. Sehingga dapat memberikan informasi yang relevan dan handal bagi para pengguna informasi. Salah satu standar yang telah diakui secara internasional adalah IFRS, dimana pengadopsian IFRS bertujuan agar informasi keuangan yang dihasilkan dapat diperbandingkan, mempermudah dalam analisis kompetitif dan hubungan baik dengan kreditur, pelanggan, suplier dan investor.