Film Layanan Masyarakat

Produksi Film Layanan Masyarakat

Produksi Film Layanan Masyarakat

Produksi Film Layanan Masyarakat
Produksi Film Layanan Masyarakat

a. Latar Belakang

Pendekatan dalam satu rumusan rencana tersendiri yang menjadi pelengkap komplementer terhadap implementasi produk rencana tata ruang dan penyelenggaraan pembangunan tata ruang pada umumnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, pada tahun 2004 telah disusun Grand Scenario Gerakan  Peningkatan Kepedulian Publik dalam Penataan Ruang yang diharapkan dapat menjadi salah satu simpul dalam proses meningkatkan kepedulian masyarakat dalam penataan ruang. Buku tersebut secara garis besar terdiri dari ketentuan dasar, kebijakan umum, strategi pembinaan masyarakat, strategi komunikasi masyarakat, dan strategi system dan kelembagaan pendukungnya.

Dalam Grand Scenario gerakan peningkatan kepedulian publik, disusun dalam strategi perencanaan jangka panjang selama 20 tahun. Rencana tersebut di break down dalam program 5 tahunan berdasarkan tahapan perubahan sosial sebagai capaian perubahan atau target pencapaian kepedulian pada masyarakat umum. Selanjutnya sebagai implementasi kebijaksanaan dan strategi program 5 tahunan tersebut, telah djabarkan pula menjadi indikasi program tahunan.

Adapun kegiatan penyiapan bahan kampanye publik dalam penyelenggaraan penataan ruang ini merupakan bagian dari pelaksanaan Grand Scenario tersebut untuk tahun pertama, tahun anggaran 2005. Dalam kegiatan ini, dengan mempertimbangkan kegiatan yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya, maka Ditjen Penataan Ruang mempunyai program meningkatkan kepedulian publik dalam bidang penataan ruang dengan menyiapkan bahan berupa Film Layanan Masyarakat (FLM) dan desain iklan untuk media cetak.

Pekerjaan ini adalah membuat Film Layanan Masyarakat (FLM), dimana dalam bahan-bahan tayangan ini akan diperlihatkan berbagai informasi tentang penataan ruang, baik dari proses perencanaan, pemanfaatan ruang sampai dengan pengendalian pemanfaatan ruang kepada masyarakat sebagai bentuk implementasi dari strategi komunikasi masyarakat akan penataan ruang.

Dalam kegiatan ini, kami mengkaji bahan-bahan terkait seperti grand scenario gerakan kepedulian publik dalam penataan ruang, berbagai laporan serta produk perundangan, danreferensi dari berbagai sumber termasuk lesson learned dan best practices dari praktek – praktek penyelenggaraan penataan ruang di berbagai daerah. Dari kajian tersebut,diharapkan mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan dasar seperti apa yang dimaksuddengan kampanye publik dalam penataan ruang, bagaimana segmentasi atau tipologimasyarakat yang akan menjadi sasaran kampanye, siapa yang akan terlibat dalamberkampanye publik tersebut. Hasil kajian dari bahan-bahan tersebut menjadi bagian dari skenario untuk menyusun TOR sebuah film layanan masyarakat bidang penataan ruang.

Dengan data dan hasil kajian tersebut didukung sumberdaya yang ada, pelaksana pekerjaanharus mampu menyusun beberapa materi (term of reference) untuk membuat paket-paket film layanan masyarakat bidang penataan ruang. Materi untuk menyusun paket-paket film tersebut hendaknya mampu menggambarkan representasi detail proses penataan ruang, termasuk mampu mengungkapkan nilai-nilai lokalitas suatu wilayah yang terkait dengan penataan ruang, sehingga benar-benar menjadikan local culture sebagai tatanan atau nilai yang harus dilindungi dengan operasionalisasi penataan ruang, bukan malahan disingkirkan atau dihilangkan dari daerah tersebut. Untuk itu harus dilakukan kajian atas tipologi wilayahuntuk membedakan karakteristik atau lokalitas wilayah.

Baca Juga :