Ratusan Santri di Ponpes Bustanul Makmur Banyuwangi Belajar Imunologi

Ratusan Santri di Ponpes Bustanul Makmur Banyuwangi Belajar Imunologi

Ratusan Santri di Ponpes Bustanul Makmur Banyuwangi Belajar Imunologi

Ratusan Santri di Ponpes Bustanul Makmur Banyuwangi Belajar Imunologi
Ratusan Santri di Ponpes Bustanul Makmur Banyuwangi Belajar Imunologi

Tidak kurang dari 200 santri dan santriwati belajar ilmunologi atau ilmu tentang

sistem daya tahan tubuh dan gangguannya di Pondok Pesantren Bustanul Makmur, Kebonrejo, Genteng, Banyuwangi, Jatim, Jumat (18/10/2019).
Berita Terkait
Xiaomi Siap Kembangkan Smart Pesantren
PGRI Respon Positif Kebijakan Menag Hapus Materi Khilafah di Buku Agama Islam
Pemerintah China Menawarkan Beasiswa untuk Santri Indonesia

Santri Sehat merupakan acara rutin yang mengedepankan edukasi vaksin dan kesehatan di berbagai ponpes di Tanah Air. Tujuannya membekali santri, sebagai generasi unggul, ilmu kesehatan dan menularkannya kepada masyarakat.

“Kita sasarannya ke pondok pesantren karena kita berharap dari sinilah nanti

menyebar juga ke masyarakat. Di mana suatu saat mereka (para santri) akan menjadi tokoh masyarakat,” ujar Kepala Bagian Komunikasi PT Biofarma Iwan Setiawan di Ponpes Bustanul Makmur, Jumat (18/10/2019), seperti dilansir dari Republika.

Iwan bersyukur pelaksanaan Santri Sehat yang dicanangkan beberapa tahun ini mendapat respons positif. Menurutnya para peserta sejauh ini sangat terbuka.

“Alhamdulillah penerimaan dari pesantren juga bagus. Mereka sangat terbuka mendapatkan ilmu baru terkait dengan vaksinasi dan imunologi,” tutur pria yang pernah nyantri di Ponpes Cipasung, Tasikmalaya, Jabar pada 1983 ini.

Dipandu Kak Syam “Baduy”, Pendongeng dari Sang Surya Kids Jakarta, kegiatan

Santri Sehat di Ponpes Bustanul Makmur berlangsung cair dan hangat. Tidak hanya belajar imunologi, ratusan peserta juga terlihat serius mengikuti pelatihan menulis ala jurnalis bertema “Kiat Sehat Melaporkan Informasi dengan Cepat” dalam acara ini.

Pengasuh Ponpes Bustanul Makmur KH Lukman Hakim menyambut terbuka progam ini. Baginya ini salah satu sarana mengedukasi santri mengenai daya tahan tubuh dan mencegah gangguannya.

“Alhamdulillah… Santri bisa memahami bagaimana memahami berbagai bentuk gangguan kesehatan dan cara menanganinya,” terang dia.

Dirinya juga turut bersyukur para santri ikut mendapat bekal soal menulis. Menurutnya sebagai seorang calon pendakwah, santriwan dan santriwati butuh mempelajari berbagai metode dakwah, di antaranya melalui tulisan.

“Salah satu yang paling bagus ya lewat jurnalistik. Sehingga tidak hanya bermodal kepintaran ilmu agamanya, santri juga harus pintar dalam metode dakwahnya,” jelas dia.

 

Baca Juga :