Peran Teknologi Informasi di Dunia Pendidikan di Era Globalisasi

Peran Teknologi Informasi di Dunia Pendidikan di Era Globalisasi

Pesatnya pertumbuhan teknologi informasi ketika ini menjadikan sektor ini sebagai sektor yang dominan. Suka atau tidak, insan harus berevolusi dengan memakai akalnya guna terus bisa bertahan hidup. Dalam urusan ini teknologi informasi yang terus berkembang dipacu oleh adanya globalisasi.

Globalisasi telah merangsang kecenderungan pergeseran dalam dunia edukasi dari pembelajaran tatap muka yang konvensional ke arah pembelajaran yang lebih terbuka. Globalisasi tersebut sendiri ditandai dengan (1) bertambahnya interaksi antar penduduk dunia, baik secara langsung maupun tidak langsung; (2) semakin banyaknya informasi yang terdapat dan bisa diperoleh; (3) meluasnya cakrawala intelektual; (4) timbulnya arus keterbukaan dan demokratisasi baik dalam politik maupun ekonomi; (5) memanjangnya jarak kebiasaan antara generasi tua dan muda; (6) bertambahnya kepedulian bakal perlunya dipertahankan keseimbangan dunia; bertambahnya kesadaran bakal saling ketergantungan ekonomis; (7) mengaburnya batas kedaulatan distrik tertentu dampak tidak terbendungnya informasi. (Miarso; 2004).

Hal ini mengingatkan pada ramalan Ivan Illich mula tahun 70-an mengenai “Pendidikan tanpa sekolah (Deschooling Society)” yang mengisyaratkan bakal adanya komunitas yang menyelenggarakan pendidikan tanpa membutuhkan tempat yang mempunyai nama sekolah. (Wawan Wardiana; 2007).

Alisjahbana I. (1966) berasumsi bahwa pendekatan edukasi dan pelatihan nantinya akan mempunyai sifat “Saat tersebut juga (Just on Time). Teknik pengajaran baru akan mempunyai sifat dua arah, kolaboratif, dan inter-disipliner.

Bishop G. (1989) berasumsi bahwa pendidikan masa depan akan mempunyai sifat luwes (flexible), terbuka, dan bisa diakses oleh siapapun pun yang membutuhkan tanpa pandang hal jenis, usia, maupun pengalaman edukasi sebelumnya.

Mason R. (1994) menyatakan bahwa edukasi mendatang bakal lebih ditentukan oleh jaringan informasi yang memungkinkan berinteraksi dan kolaborasi, bukannya gedung sekolah.

Berdasarkan rangkuman ramalan semua pakar edukasi tersebut di atas maka dapat diputuskan bahwa dengan era globalisasi edukasi akan bergeser menjadi terbuka, mempunyai sifat dua arah, kompetetitif, multidisipliner dan berjuang memenuhi produktivitas kerja saat tersebut juga.

Sumber : http://www.kfi.ky.gov/_layouts/FormServer.aspx?XsnLocation=https://www.pelajaran.co.id