Perguruan Tinggi Didorong Tingkatkan SDM di Sektor Konstruksi

Perguruan Tinggi Didorong Tingkatkan SDM di Sektor Konstruksi

Berbagai perguruan tinggi di pelbagai wilayah Nusantara didorong guna dapat menambah sumber daya manusia di sektor konstruksi. Itu sebagai di antara upaya untuk menolong meningkatkan daya saing bangsa di tingkat global.

“Perguruan tinggi berperan sebagai laboratorium riset, inkubator produk inovatif, jaringan pengetahuan dan teknologi, serta basis buatan SDM ahli,” kata Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian PUPR, Hadi Sucahyono, dalam penjelasan tertulis, Senin (20/11).

Berdasarkan keterangan dari Hadi, Kementerian PUPR telah mengerjakan terobosan dalam menambah daya saing bidang konstruksi yaitu melewati konsep triple helix. Ia mengemukakan bahwa konsep triple helix tersebut ialah melakukan kerja sama guna saling bersinergi antara perguruan tinggi, pelaku usaha dan pemerintah.

“Dalam pengembangan jasa konstruksi, perguruan tinggi diinginkan dapat membina minat murid didik untuk industri konstruksi, mengembangkan SDM, memperkuat kurikulum yang menunjang konstruksi, akreditasi guna program studi, menambah riset dalam bidang konstruksi, dan mengerjakan riset dengan pendekatan multi-disiplin terpadu,” ungkap Hadi.

Berdasarkan keterangan dari dia, kesepakatan bareng ASEAN dalam jasa keinsinyuran sudah membuka kesempatan untuk insinyur yang berwarganegara ASEAN guna berkarya lintas batas negara di lingkungan ASEAN.

Hal tersebut, lanjutnya, adalahpeluang sekaligus tantangan untuk perguruan tinggi guna menjadikan lulusannya yang berjaya, berdikari dan berdaya saing di tingkat global.

Sebagaimana diwartakan, rencana pendirian Politeknik PUPR adalahsalah satu upaya yang dilaksanakan pemerintah dalam rangka konsentrasi meningkatkan SDM konstruksi nasional.

“Kita menginjak era kompetisi. Dalam era persaingan ini, bukan proteksi yang dikedepankan, namun kompetensi, terutama di bidang konstruksi,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Ia menyampaikan bahwa Kementerian PUPR telah mengerjakan sejumlah upaya untuk menambah jumlah dan kualitas tenaga kerja konstruksi, baik tenaga terampil maupun berpengalaman sebagai ujung tombak pembangunan infrastruktur.

Selain melewati program sertifikasi, lanjutnya, upaya beda yang dilaksanakan dengan berkolaborasi dengan institusi edukasi seperti perguruan tinggi, sekolah menengah kejuruan.

Kementerian PUPR kini pun tengah mempersiapkan pendirian Politeknik PUPR yang bakal mempunyai tiga program studi yaitu Konstruksi Gedung, Struktur Bangunan Air, dan Teknologi Konstruksi Jalan dan Jembatan.

Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Anita Firmanti menuliskan tujuan pendirian Politeknik ialah untuk menghasilkan tenaga kerja konstruksi yang mempunyai kompetensi dengan spesifikasi kemahiran tertentu yang siap bekerja pada proyek-proyek infrastruktur terutama infrastruktur PUPR.

“Materi kuliah dirancang memenuhi keperluan kerja dalam pembangunan infrastruktur PUPR, sampai-sampai menghasilkan alumni siap kerja,” ucapnya.

Dalam mempersiapkan Politeknik PUPR sebagai di antara institusi edukasi tinggi kiat terbaik di Indonesia, Kementerian PUPR menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi kiat terkemuka baik di domestik maupun luar negeri, salah satunya dengan IHE Delft Institute for Water Education, Belanda.

https://isitup.org/www.pelajaran.co.id