Program Kerjasama Jawa Barat dengan Jepang, Bagian dari Upaya Revitalisasi Pendidikan

Program Kerjasama Jawa Barat dengan Jepang, Bagian dari Upaya Revitalisasi Pendidikan

Program Kerjasama Jawa Barat dengan Jepang, Bagian dari Upaya Revitalisasi Pendidikan

Program Kerjasama Jawa Barat dengan Jepang, Bagian dari Upaya Revitalisasi Pendidikan
Program Kerjasama Jawa Barat dengan Jepang, Bagian dari Upaya Revitalisasi Pendidikan

Indonesia-Japan Business Forum (IJBF) menyelenggarakan program kerjasama yang bermaksud untuk menawarkan program pendidikan, magang, dan penyaluran tenaga ahli antara Jawa Barat dengan Jepang. Program tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah dalam revitalisasi pendidikan, khususnya SMK di Jawa Barat. Kerjasama ini dilaksanakan di Ruang Sanggabuana, Gedung Pemerintahan Provinsi Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat 9 November 2018.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ahmad Hadadi memaparkan jumlah SMK di Jawa Barat adalah sebanyak 2.944 sekolah, dengan jumlah siswa sebanyak 1.077.895 orang. Hal tersebut menjelaskan bahwa Jawa Barat memiliki potensi untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia (SDM) di Jepang.

“Kami akan mengatahkan para lulusan SMK bisa melanjutkan magang atau bekerja sambil belajar di Jepang. Dengan itu kami akan menyiapkan SDM sesuai dengan kualifikasi. Dengan pertemuan ini kami harapkan akan adanya kerjasama antara Jepang dan Pemerintahan Provinsi Jawa Barat,” ujar Hadadi.

Hadadi menjelaskan meraka memiliki program mengenai revitalisasi SMK, dengan target program magang, bekerja, dan melanjutkan pendidikan di luar negeri khususnya Jepang. Target tersebut akan dilakukan secara bertahap setiap tahunnya. Mulai 2019 akan dikirimkan sekitar 5.000 orang, 2020 sebanyak 20.000 orang, 2021 sebanyak 50.000 orang, 2022 sebanyak 75.000 orang, dan 2023 sebanyak 100.000 orang.

Selain itu Hadadi juga mengatakan, tentunya akan ada komitmen antara delegasi Jepang dengan Pemerintahan Provinsi Jawa Barat. Mereka akan melakukan komunikasi secara intensif, bagaimana mengambil langkah-langkah yang aman.

“Putra-putri pada program magang inj akan kita rencanakan di tahun 2019. Tentunya program ini akan ada perlindungan dari pemerintah dan akan selalu dimonitoring tentang implementasinya,” ujar Hadadi.

The Chairperson of International Foundation of Educational Foundation and Cultural Exchange, Sadahiko Okamura mengapresiasi karena telah berhasil melakukan kerjasama dengan Jawa Barat. Sebelumnya mereka telah bekerjasama dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan IBJF. Selain itu, mereka telah bersosialisasi dengan mahasiswa keperawatan yang akan mengikuti pendidikan intensif satu tahun di Jepang.

“Ini merupakan bukti kita telah melakukan kerjasama bersama Indonesia.

Kerjasama ini sangat berarti untuk meningkatkan pendidikan dan budaya pada lembaga lembaga di Indonesia,” ujar Sadahiko.

Sadahiko mengatakan tahun ini di Jepang, banyak permintaan dari lembaga kesehatan dan rumah jompo. Sehingga mereka membutuhkan tenaga keperawatan yang akan intensif melakukan pendidikan ataupun perekrutan tenaga kerja. Hal tersebut tentunya akan menguntungkan kedua belah pihak.

Selain itu, mereka juga menawarkan berbagai macam bidang keahlian diantaranya bidang pembangunan gedung, pertanahan, perikanan, pertanian, hotel, dan indutri makanan. Jepang juga saat ini akan berusaha lebih meningkatkan dalam bidang industri seperti electricity, nuklir, otomotif, dan berbagai industri lainnya.

“Dari berbagai jurusan yang ditawarkan tersebut, tentunya komunikasi menjadi

hal yang penting dalam studi tersebut. Kemarin kami melihat mahasiswa yang penuh gairah dan selalu tersenyum, sehingga membuat saya percaya bahwa siswa dari bapak dan ibu penuh semangat karena ingin bekerjasama dengan kami,” ujar Sadahiko.

Executive Director IBJF, Moh Teguh Setiabasa mengatakan pihaknya akan terus mengupayakan anak-anak SMA/SMK untuk diberangkatkan ke Jepang. Bahkan mereka akan berusaha untuk tidak membebankan biaya pada para pesertanya.

“Harapannya untuk kedepan, ada sebuah kerjasama dari para kepala sekolah untuk mengidentifikasi minat anak-anak yang mau pergi ke Jepang. Sehingga akan mempermudah dalam mempersiapkan diri,” ujar Teguh.

Teguh mengatakan tahap awal yang perlu dipersiapkan adalah menjadwalkan

sosialisasi di sekolah-sekolah di Jawa Barat. Setelah itu mengidentifikasi anak-anak yang berminat ke Jepang. Sehingga hal tersebut akan mempermudah dalam bernegosiasi dengan pihak Jepang.

Teguh juga mengatakan semua hal harus dipersiapkan sehingga memenuhi prasyarat yang ada. Selain itu, rata-rata orang yang telah bekerja di Jepang akan mengirimkan uang sebanyak 10 juta. Hal tersebut tentunya akan menguntungkan bagi peserta dan Negara Indonesia. ***

 

Sumber :

https://nashatakram.net/sejarah-peringatan-maulid/