Kelahiran Dan Perkembangan Nasionalisme Di Indonesia

Kelahiran Dan Perkembangan Nasionalisme Di Indonesia

Kelahiran Dan Perkembangan Nasionalisme Di Indonesia
Nasionalisme merupakan ideologi yang mendasari pergantian sosial, budaya, dan politik di beraneka belahan dunia terhadap awal abad XX. Ideologi itu lahir di Barat tetapi justru jadi musuh utama bagi kolonialisme dan imperialisme Barat. Oleh dikarenakan itu, target utama gerakan nasionalisme di tanah jajahan adalah membentuk negara bangsa yang merdeka berasal dari penjajahan Barat. Nasionalisme Indonesia pun merupakan ideologi yang berfaedah memastikan hak dan kewajiban bangsa Indonesia untuk membentuk negara. Negara yang hendak dibentuk kala itu adalah successor state berasal dari Hindia Belanda. Rasa nasionalisme itu dideskripsikan didalam banyak ragam bentuk mulai berasal dari organisasi pergerakan, pidato politik, hingga gerakan massa yang melibatkan rakyat.

A. Pengertian Nasionalisme
Ada dua fenomena menarik yang berjalan di Indonesia terhadap awal abad XX. Pertama, sesudah selesainya upaya-upaya penaklukan maka kekuasaan pemerintah kolonial udah utuh dan konkret. Hampir semua Nusantara udah jatuh ke didalam satu kekuasaan, pemerintahan, hukum dan administrasi kolonial. Kedua, sebagai akibat berasal dari proses pendidikan yang dikembangkan oleh pemerintah kolonial, nampak grup elite baru berasal dari kalangan bangsawan. Kelompok inilah yang bisa memformulasikan problem yang dihadapi oleh bangsanya dan menerjemahkan ke didalam banyak ragam bentuk gerakan. Mereka terdiri atas para mahasiswa yang udah mendapat pendidikan Barat dan karena itu bisa memahami konsep-konsep yang berkembang di Barat. Salah satu rancangan yang sukses mereka peroleh dan kembangkan adalah nasionalisme.

Nasionalisme adalah rancangan yang nampak di Barat sejak abad XVII. Sejak abad itu, Inggris udah punya kesadaran untuk tampil sebagai bangsa yang bisa memimpin Eropa. Kesadaran ini merupakan penjelmaan berasal dari gerakan sosial yang mendambakan kemerdekaan individu. Pelopor gerakan ini adalah John Locke yang mengutamakan bahwa kemerdekaan individu, kemuliaan dan kebahagiaannya merupakan unsur asasi berasal dari semua kehidupan nasional. Dalam perkembangannya, gerakan sosial di Inggris memengaruhi pula bangsa Prancis. Nasionalisme yang berkembang di Prancis terpengaruh oleh renaisans yang mendambakan kebebasan berasal dari pengawasan gereja. Pelopornya adalah J.J. Rousseau yang berpendapat bahwa masyarakat politik sejati hanya bisa didasarkan atas sifat-sifat luhur warganya dan cintanya kepada tanah air. Puncak gerakan nasionalisme berjalan terhadap awal abad XX di mana nampak negara bangsa di kawasan Asia dan Afrika sebagai reaksi atas praktek kolonialisme dan imperialisme Barat.

Ada lebih dari satu pengertian mengenai nasionalisme, pada lain nasionalisme bisa dipahami sebagai bersatunya sekelompok individu bersama individu lain dikarenakan ada motivasi kemauan dan kebutuhan psikis. Dorongan yang lain adalah kesatuan perasaan dan perangai yang nampak dikarenakan ada persamaan nasib. Dalam perkembangannya, nasionalisme mengarah terhadap upaya pembentukan negara. Oleh dikarenakan itu, nasionalisme juga bermakna loyalitas tertinggi seorang individu yang diberikan kepada negara dan bangsa.

Dari pengertian di atas tentu kita bisa mengakibatkan batasan pengertian mengenai nasionalisme. Nasionalisme tentang bersama eksistensi sebuah grup atau bangsa dan ada permintaan untuk bersatu biarpun banyak ragam perbedaan ada di pada mereka. Keinginan itu biasanya nampak dikala ada tekanan berasal dari bangsa lain didalam bentuk penjajahan atau kolonialisme. Oleh dikarenakan itu, secara politis nasionalisme adalah gerakan yang berusaha menghancurkan kolonialisme untuk membangun negara bangsa yang merdeka. Gerakan itu makin lama efektif kala di dukung oleh ada perasaan senasib sependeritaan dan kesadaran kebangsaan berasal dari warganya.

Sumber : www.kumpulansurat.co.id/

Baca Juga :