Kebudayaan Suku Bangsa Bugis- Budaya Lokal Indonesia

Kebudayaan Suku Bangsa Bugis- Budaya Lokal Indonesia

Perlu diketahui bahwa negara Indonesia merupakan negara yang miliki pluralitas tinggi. Keberagaman suku, bahasa, agama, ras, maupun golongan justru mampu tunjukkan ciri khas bangsa Indonesia. Potensi budaya yang besar berikut merupakan sumber kekayaan budaya nasional.

Bangsa Indonesia terkenal bersama masyarakat yang mempunyai kebudayaan yang bermacam ragam. Pada tiap-tiap masyarakat tempat mengembangkan kebudayaan masing-masing. Kebudayaan yang dikembangkan di daerah-daerah dinamakan kebudayaan lokal. Berikut ini adalah salah satu kebudayaan lokal yang berkembang di Indonesia yakni “Kebudayaan Suku Bangsa Bugis.”

Kebudayaan Suku Bangsa Bugis
a. Sistem Kepercayaan/Religi
Masyarakat Bugis banyak tinggal di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Mereka penganut Islam yang taat. Masyarakat Bugis terhitung masih percaya bersama satu dewa tunggal yang mempunyai nama-nama sebagai berikut;
Patoto-e ; dewa penentu nasib.
Dewata Seuwa-e ; dewa tunggal.
Turie a’rana ; tekad tertinggi.
Masyarakat Bugis beranggap bahwa budaya (adat) itu keramat. Budaya (adat) itu didasarkan atas 5 unsur pokok panngaderreng (aturan tradisi yang keramat & sakral), yakni;
Ade (‘ada didalam bahasa Makassar)
Bicara
Rapang
Wari’
Sara’
b. Sistem Kekerabatan
Perkawinan yang ideal di Makassar sebagai berikut;
Assialang Marola adalah perkawinan pada saudara sepupu sederajat kesatu baik dari pihak ayah/ibu.
Assialanna Memang adalah perkawinan pada saudara sepupu sederajat kedua baik dari pihak ayah/ ibu.
Perkawinan yang dilarang adalah perkawinan anak bersama ayah/ibu & menantu bersama mertua. Kegiatan-kegiatan sebelum akan dilaksanakannya perkawinan, meliputi;
Mappuce-puce ; meminang gadis
Massuro ; menentukan tanggal pernikahan
Maddupa ; mengakibatkan didalam pesta perkawinan
c. Sistem Politik
Masyarakat Bugis Makassar biasanya menempati Kabupaten Maros & Pangkajene. Mereka tinggal di sebuah kampung yang terdiri atas 10 – 20 buah rumah. Kampung pusat ditandai bersama pohon beringin besar yang diakui keramat & dipimpin oleh kepala kampung disebut matowa. Gabungan kampung disebut wanua mirip bersama kecamatan.
Lapisan masyarakat Bugis Makassar sebelum akan kolonial Belanda adalah;
ana’ karung (yakni susunan kaum kerabat raja)
to-maradeka (yakni susunan orang merdeka)
ata (yakni susunan budak)
d. Sistem Ekonomi
Mata pencaharian masyarakat Bugis-Makassar yakni pertanian, pelayaran, & perdagangan. Masyarakat Bugis Makassar terhitung sudah mewarisi hukum niaga. Mereka berlayar lantas berdagang di pulau-pulau di Indonesia & terhitung mengakibatkan kerajinan rumah tangga seperti; tenunan sarung.

e. Sistem Kesenian
Rumah tradisi suku bangsa Bugis Makassar berupa panggung yang terdiri atas 3 bagian;
Kalle balla ; untuk tamu, tidur, & makan
Pammakkang ; untuk menaruh pusaka
Passiringang ; untuk menaruh alat pertanian
f. Pakaian adat
Pakaian tradisi khas wanita Bugis Makassar adalah busana bodo. Baju bodo berupa kain sarung yang berwarna merah hati, biru, & hijau. ciri ciri makhluk hidup tema 1 kelas 3

Demikianlah ulasan perihal Kebudayaan Suku Bangsa Bugis, yang pada peluang kali ini mampu dibahas disini. Semoga berfungsi & sampai jumpa!!!

Baca Juga :