Komitmen Jangka Panjang Antara SMK dan Dunia Usaha/Industri Harus Dibina

Komitmen Jangka Panjang Antara SMK dan Dunia Usaha Industri Harus Dibina

Komitmen Jangka Panjang Antara SMK dan Dunia Usaha/Industri Harus Dibina

Komitmen Jangka Panjang Antara SMK dan Dunia Usaha Industri Harus Dibina
Komitmen Jangka Panjang Antara SMK dan Dunia Usaha Industri Harus Dibina

Komitmen jangka panjang antara sekolah menengah kejuruan (SMK) dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) harus dibina. Wakil Direktur Politeknik Manufaktur ASTRA, Tonny Pongoh, mengatakan sekolah dan DUDI saling membutuhkan, sehingga kerja sama jangka panjang yang saling menguntungkan harus diciptakan.

“Dunia industri dan sekolah kejuruan itu pada dasarnya embedded, satu kesatuan, jadi sudah saatnya harus kembali ke khittah-nya,” kata Tonny Pongoh dalam diskusi tentang kerja sama satuan pendidikan kejuruan dan DUDI dalam Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) Tahun 2019, di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pegawai Kemendikbud, Bojongsari, Depok, Jawa Barat, Selasa (12/2/2019).

Kerja sama yang paling mendasar adalah DUDI menerima siswa SMK untuk

magang. Tonny sebagai wakil dari DUDI menyukai peserta magang yang telah memiliki dasar-dasar keterampilan yang mamadai. “Kami berharap siswa yang akan magang telah dibekali basic skills yang memadai, jangan benar-benar nol,” kata Tonny menambahkan.

Tonny mengatakan pihaknya selalu terbuka bagi para siswa SMK untuk magang. Program magang di dunia usaha dan industri bertujuan mempraktikkan keterampilan dan pengetahuan ke dunia kerja yang nyata. “Juga untuk memberikan pengalaman untuk merasakan budaya kerja di industri,” ujarnya lagi.

Wakil Direktur Bidang Akademik tersebut mendorong SMK memiliki teaching factory. Adanya teaching factory di SMK memungkinkan siswa merasakan pengalaman bekerja menghasilkan barang produksi atau jasa.

Dalam sejumlah kesempatan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud)

Muhadjir Effendy berharap semakin banyak SMK yang memiliki teaching factory. Salah satu fungsi teaching factory untuk melatih siswa bekerja selayaknya profesional dengan produksi barang atau jasa yang sesuai standar industri.

“Teaching factory, nantinya akan menghasilkan produk atau jasa yang sesuai

standar industri. Kemudian itu bisa dijual dan menjadi bagian dari pemasukan sekolah juga. Setidaknya, anak-anak belajar memproduksi sesuai standar dan mengelola sebuah unit produksi,” kata Mendikbud beberapa waktu yang lalu.

 

Sumber :

https://www.okeynotes.com/blogs/212521/21237/sejarah-teks-proklamasi