Buku Mindset Surga Dinilai Selaras dengan Semangat Revolusi Mental

Buku Mindset Surga Dinilai Selaras dengan Semangat Revolusi Mental

Buku Mindset Surga Dinilai Selaras dengan Semangat Revolusi Mental

Buku Mindset Surga Dinilai Selaras dengan Semangat Revolusi Mental
Buku Mindset Surga Dinilai Selaras dengan Semangat Revolusi Mental

Mindset surga semestinya menjadi arus utama (mainstream) dalam paradigma berfikir setiap orang, dan kalau ini terjadi, maka itulah “revolusi mental” yang sesungguhnya.

Demikian dikatakan pemerhati dan praktisi pendidikan asal Kalimantan Timur, Dr Abdurrohim, kala menjadi pembanding dalam acara bedah buku “Mindset Surga” di Balikpapan, lewat keterangan tertulisnya, kemarin.

Kata dia, buku “Mindset Surga” bisa menjadi oase di tengah kehidupan sehari-hari yg menggerus sensivitas terhadap hakikat kehidupan dan penciptaan.

Menurutnya, budaya hidup hedonisme dan materialisme, membuat sebagian masyarakat lupa dan abai tentang hakikat dan tujuan akhir dari semuanya, yaitu kampung akhirat.

“Tetapi dari semua itu, yang paling penting adalah dengan mindset surga kita mampu menghadirkan atmosfir surgawi dalam kehidupan keseharian di masyarakat, keluarga, dan lingkungan sekitar,” kata doktor sejarah jebolan UIN SUKA Jogjakarta ini.

“Kita boleh mengaku pribumi, tetapi sesungguhnya kita penduduk surga. Maka perlu kita bermindset surga,” jelas Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Balikpapan itu.

Senada dengan itu, salah seorang peserta, Arfan AU, yang kandidat doktor UIN Antasari Banjarmasin, mengatakan selama ini umumnya orang hanya menghubungkan kebahagiaan dengan aspek sosial dan material.

Dalam buku ini, menurutnya, menawarkan paradigma baru dimana penulis mencoba mendekonstruksi sudut pandang yang selama ini dominan.

“Penulis menegaskan bahwa surga punya cara pandang sendiri tentang hidup.

Penulis terinspirasi pengalaman hidupnya sebagai aktivis dakwah. Jadi, semua kader dakwah sangat pantas untuk membaca buku ini,” pungkas Arfan.

Sementara Sang Penulis, Imam Nawawi mengatakan bahwa tidak ada bedanya manusia Amerika, Jerman, Jepang, maupun Indonesia.

Selama mau menggunakan akal pikiran dengan sebaik-baiknya untuk beribadah kepada Allah, dan berkiprah bagi bangsa dan negara, maka seseorang akan seimbang dalam kehidupannya.

“Di sinilah kita sebagai pribumi harus memiliki mindset surga, mindset yang

mengubah pesimisme, inferiorisme, menjadi mindset yang meneguhkan kesungguhan, konsistensi, ketangguhan, superioritas, keuletan serta keyakinan akan pertolongan Allah dalam mewujudkan pikiran ideal kita menuju cita-cita hakiki sebagai hamba Allah dan sebagai pribumi,,” tegas Imam dalam salah satu paparannya dalam roadshow bedah buku Mindset Surga.

Adapun roadshow bedah buku ini digelar di empat kota Kalimantan Timur. Dimulai di kota Balikpapan (19-20/10).

Lalu, bedah buku dilanjutkan di Tenggarong (21/10), sebagai penyelenggara PD Syabab Kutai Kartanegara bekerjasama dengan KNPI setempat dengan jumlah peserta sekitar 250 orang.

Di Antara sekolah yang mengikuti kegiatan bedah buku ini adalah SMK

Muhammadiyah Loa Kulu, Tenggarong.

Selanjutnya, bedah buku digelar di Kota Samarinda, pada Ahad (22/10) pagi. Peserta guru dan pelajar SMK sekolah kader di Samarinda dengan total peserta 150 orang.

Dan di malam harinya digelar di Bontang di Masjid Agung Arriyadh Pesantren Hidayatullah Bontang yang diikuti oleh sedikitnya 300 peserta.

 

Sumber :

http://www.disdikbud.lampungprov.go.id/perencanaan/jenis-jenis-kata.html