Lebih Murah, Aman Dikonsumsi dan Dijamin Kehalalannya

Lebih Murah, Aman Dikonsumsi dan Dijamin Kehalalannya

Lebih Murah, Aman Dikonsumsi dan Dijamin Kehalalannya

Lebih Murah, Aman Dikonsumsi dan Dijamin Kehalalannya
Lebih Murah, Aman Dikonsumsi dan Dijamin Kehalalannya

Dosen Universitas Airlangga (Unair) menciptakan inovasi baru. Yakni, berupa cangkang kapsul obat. Berbeda dengan yang biasanya, cangkang kapsul tersebut berbahan baku rumput laut.

Meski tidak merinci proses pembuatannya, namun Dosen Kimia Fakultas Sains dan Teknologi Unair Pratiwi Pudjiastuti tersebut bercerita tahapan pengolahan rumput laut hingga menjadi cangkang kapsul.

Pertama, bahan Rumput laut mentah tersebut diolah menjadi tepung. Setelah jadi, tepung rumput laut tersebut diproses menjadi bubur. Kemudian, adonan bubur tersebut dicetak menjadi cangkang kapsul.

“Karena bahan bakunya rumput laut, jadi aman dikonsumsi. Cukup berbeda dengan dibanding dengan bahan baku kapsul konvensional,” kata Pratiwi di Gedung Rektorat Unair, Kamis (19/7).

Wakil Rektor III Unair Mochammad Amin Alamsjah membenarkan keunggulan cangkang kapsul berbahan rumput laut tersebut. Menurutnya, cangkang kapsul konvensional berbahan baku zat gelatin.

Zat tersebut, lanjutnya, diambil dari ekstrak hewani. Misalnya, sapi, ayam atau babi. Sehingga, keamanannya cukup diragukan jika dibanding dengan cangkang kapsul yang terbuat dari tumbuhan.

“Saya tidak bilang bahwa kapsul yang beredar selama ini terbuat dari babi. Hanya, ada kemungkinan beberapa cangkang kapsul memang terbuat dari babi,” kata Amin.

Selain itu, ada keunggulan lain atas cangkang kapsul rumput laut tersebut. Katanya, bahan baku rumput laut menjadikan cangkang kapsul sepertiga lebih murah harganya.

“Jadi cangkang kapsul rumput laut ini sudah jelas halal. Sudah teruji. Selain itu, juga mudah didapat,” jelasnya.

Deputi Kementerian Koordinator Kemaritiman bidang SDA dan Jasa Agung

Kuswandoyo mengatakan, pihaknya akan mengupayakan hilirisasi dari pengembangan rumput laut tersebut. Yakni, berupa aturan dan kebijakan.

“Kami akan sertifikasi cangkang kapsul rumput laut itu. Karena ini masalahnya kehalalan,” kata Agung.

Selain itu, Agung mengaku akan menghubungkan atau memasarkan hasil olahan

rumput laut tersebut ke sejumlah pelaku usaha. Setidaknya, produk cangkang kapsul tersebut dapat diproduksi masal pada 2019 mendatang.

Menurutnya, produk rumput laut pangsa pasarnya besar. Banyak produk obat dan

alat kesehatan yang memanfaatkan hasil olahan rumput laut. Salah satunya, kosmetik. Hanya, saat ini bahan baku rumput laut lebih banyak diekspor tanpa diolah dulu di dalam negeri.

“Kami ingin produsen tidak hanya menjual rumput laut kering. Tapi juga ada nilai tambahnya. Dampaknya juga akan ke nelayan,” tutur Agung.

 

Sumber :

https://dogetek.co/sastra/