Mengenal Laporan Praktikum Teknik Silvikultur

Mengenal Laporan Praktikum Teknik Silvikultur

Mengenal Laporan Praktikum Teknik Silvikultur

Mengenal Laporan Praktikum Teknik Silvikultur
Mengenal Laporan Praktikum Teknik Silvikultur

Tujuan

 

  • Mahasiswa mampu pengumpulan, penglasifikasian, analisis dan interpretasi data serta menyusunnya dalam sistem informasi silvikultur untuk pengambilan keputusan dalam tindakan silvikultur sebagai bagian utuh dari pengelolaan hutan.

 

Alat dan Bahan

 

  1. Data setiap acara praktikum teknik silvikultur
  2. Alat tulis
  3. Laptop

 

Cara Kerja

 

  1. Kumpulkan data dari setiap acara praktikum teksil
  2. Klasifikasikan data dalam kelas informasi peruntukannya
  3. Lakukan analisis sehingga data yang didapatkan mempunyai informasi penting
  4. Lakukan penguatan informasi yang didapat dalam praktikum ini dengan menambahkan rujukan pendukung atau pembanding
  5. Buatlah rangkaian dari praktikum ini menjadi prototype SIS (dalam bentuk matrik ) yang meliputi data , hasil analisis , interpretasi , rujukan pendukung / pembanding, deskripsi pendukung keputusan

 

Tinjauan Pustaka

Silvikultur sebagai ilmu dan seni mempunyai daya kreasi dan inovasi yang tinggi khususnya dalam rumusan rejim dan resepnya . Salah satu pendukung ketepatan rumusan tersebut yaitu ditentukan oleh Sistem Informasi Silvikultur (SIS) yang handal. SIS meliputi rangkaian kegiatan mulai dari design pengumpulan data, pengklasifikasian, analisis dan interpretasi. Data silvikultur merupakan dasar pijakan dalam SIS, oleh karena itu diperlukan suatu rancangan atau sekenario agar data yang didapatkan mempunyai level kevalidan yang tinggi (Petunjuk Praktikum Teknik Silvikultur, 2013).

Hasil tanaman perkebunan sangat bervariasi mulai digunakan untuk konsumsi kebutuhan pokok atau dapat diproses lebih lanjut untuk dijadikan komoditas pertanian yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Salah satu tanaman perkebunan tersebut adalah tanaman kayu putih yang daunnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku minyak kayu putih.Di wilayah Kabupaten Gunungkidul upaya untuk melakukan konservasi lahan adalah dengan menutup tanah mempergunakan tanaman. Tanaman yang cocok berupa tanaman kayu putih yang sudah diusahakan sejak tahun 1951 di kawasan hutan Sudimoro (Dlingo) yang kemudian dilanjutkan sampai tahun 1960. Sejak tahun 1970 mulai dipikirkan pemanfaatan daun kayu putih sebagai bahan baku untuk pembuatan minyak kayu putih dengan cara disuling. Oleh karena itu dimulai pembuatan pabrik Sendangmole pada tahun 1971. Penyulingan ini pada awalnya hanya memanfaatkan tanaman kayu putih, tetapi sejak tahun 1985 dipikirkan untuk mengoptimalkan fungsi hutan tanaman kayu putih tidak untuk menghasilkan minyak kayu putih, akan tetapi mempunyai nilai ekonomis dan finansial. (Dinas Kehutanan dan Perkebunan Propinsi DIY, 2004).

(Sumber: https://www.gurupendidikan.co.id/)