Mengenal Tentang Awan

Mengenal Tentang Awan

Mengenal Tentang Awan

Mengenal Tentang Awan
Mengenal Tentang Awan

Awan

adalah gumpalan uap air yang terapung di atmosfir. Ia kelihatan seperti asap berwarna putih atau kelabu di langit.

Pembentukan Awan

Udara selalu mengandung uap air. Pada saat udara menyebar dan naik ke atmosfer atas, maka udara yang semula hangat akan menjadi dingin. Jika udara ini, terus naik ke atas, maka udara akan menjadi lebih dingin dan tidak  mampu lagi menahan uap airnya. Sebagian uap air itu akan mengembun pada butir-butir debu yang ada di atmosfer dan membentuk titk-titik air. Titik-titik air yang kelewat kecil ini, melayang-layang di udara. Peristiwa di atas terjadi oleh karena adanya perubahan suhu udara.

Tetapi titik-titik air juga dapat terbentuk jika keadaan atmosfir lembab, meskipun pada saat itu suhu udara tidak berubah.

Gerakan udara di bawahnya, yang juga naik ke atmosfir atas, akan menahan titik-titik air ini hingga tidak sampai jatuh ke bawah. Jutaan titik-titik air ini akan melayang bersama-sama dan membentuk apa yang dinamakan awan.

Sebaliknya jika udara yang mengandung titik-titik air ini menjadi lebih berat, maka udara ini perlahan-lahan akan turun oleh karena adanya daya tarik bumi.   Hingga sampai satu titik dimana titik-titik air itu akan terus jatuh ke bawah dan turunlah hujan. Tetapi jika titik-titik air dalam awan ini tidak terlalu besar dan tidak terlalu berat, maka pada saat turun dan bertemu udara panas, titik-titik air itu akan menguap dan hilanglah awan itu. Inilah yang menyebabkan itu awan selalu berubah-ubah bentuknya. Air yang terkandung di dalam awan juga silih berganti menguap dan mencair. Inilah juga yang menyebabkan kadang-kadang ada awan yang tidak membawa hujan.

Jenis-jenis Awan

Bentuk awan, bermacam-macam.  Faktor-faktor yang mempengaruhi bentuk awan adalah keadaan cuaca, tinggi atau rendahnya tempat awan itu terbentuk dan angin. Menurut bentuknya awan dibedakan menjadi beberapa jenis :  

  • Awan Kumulus, yaitu awan yang bentuknya seperti bunga kol,bergumpal, dan dasarnya berbentuk horizontal. Awan ini terjadi karena proses konveksi. Secara lebih rinci awan ini terbagi dalam 3 jenis, yaitu:

–          Strato Kumulus, yaitu awan Kumulus yang baru terbentuk, bentuknya kecil-kecil dan bersambungan sehingga bagian bawahnya terlihat panjang.

–          Kumulus,  awan yang berbentuk seperti bunga kol, bergumpal-gumpal terpisah-pisah bergumpal seperti kol bunga, bagian bawahnya atau dasar awan berwarna lebih gelap dibandingkan bagian lainnya; dasar awan terletak pada ketinggian sekitar 1000 m dari permukaan bumi.

–          Kumulonimbus yaitu awan kumulus yang sangat besar dan mungkin terdiri beberapa awan kumulus yang bergabung menjadi satu.

  • Awan Stratus, yaitu awan yang letaknya sangat rendah,tebal dan berwarna kelabu, tipis yang terseba luas dan menutupi langit secara merata. Awan ini Nampak seperti awan rendah ata kabus di tanah
  • Awan Cirrus, yaitu awan yang paling tinggi dengan ciri-cirilembut, tipis, mirip asap, berserat seperti bulu burung, atau mirip benang putih berbulu. Pada awan ini terdapat kristal-kristal es, halus dan berserat. Terkadang puncak awan cirrus bergerak dengan cepat. Arah anginnya juga dapat bervariasi.Awan Cirrus terbentuk ketika uap air membeku menjadi kristal es pada ketinggian diatas 8000 meter

Awan, ada yang tipis dan ada pula yang tebal. Cahaya matahari akan dengan mudah melewati awan tipis. Oleh sebab itu awan tipis tampak cerah atau putih. Awan yang lebih tebal atau awan tebal, sulit ditembus cahaya matahari. Bagian-bagian awan yang tertembus cahaya akan berwarna putih. Bagian-bagian yang tidak tertembus cahaya akan berwarna gelap atau hitam.

Berdasarkan ketinggiannya, awan dibedakan menjadi :

  •  Awan rendah ( Low )
    • Awan Stratokumulus, awan ini nampak kasar, berbaris teratur dan berwarna abu-abu. 
    • Awan Nimbostratus, awan ini berlapis-lapis, lapisan-lapisannya jelas, tebal dan berwarna gelap, tetapi tidak memiliki bentuk yang teratur. Disebut juga awan hujan. 
    • Awan Stratus, awan ini sangat rendah, tebal dan berwarna kelabu, masuk klasifikasi awan rendah, letaknya kurang dari 3000m dari permukaan bumi.
  •  Awan Tengah ( Mid high ), berada pada ketinggian antara 3000m sampai 6000m. Yang termasuk awan jenis ini adalah:

    • Awan Altokumulus cirinya mirip deretan ombak, berkepul kepul, berlapis dan tidak rata, biasanya awan ini menandakan hari yang cerah 
    • Awan Altostratus kelihatan lebih padat dan berwarna lebih gelap, nampak berjurai-jurai, seperti air, tetapi cahaya matahari masih bisa tembus
  • Awan Tinggi ( High ), tidak ada penjelasan yang spesifik mengenai ketinggian dari awan ini.Yang termasuk awan tinggi diantaranya: 

    • Awan sirus berbentuk seperti kapas yang tipis dan lembut, menandakan cuaca yang agak cerah, 
    • Awan sirokumulus, nampak mirip dengan awan Altokumulus, namun kelihatan lebih rapat menyerupai sisik ikan atau berkeping-keping, 
    • Awan Sirostratus, berwarna putih cerah, kelihatan tipis dan lembut, menyerupai tirai
  •  Awan Tinggi Ke Atas ( Up high ), dari namanya saja kita sudah tahu bahwa kelompok awan ini terdapat di lapisan langit yang sangat tinggi sekitar 6000 m hingga 9000 m. Yang termasuk ke kelompk ini:

    • Awan Kumulus, awan yang sering kita lihat dilangit, bentuknya paling familiar menyerupai kumpulam awan yang cukup besar, berkelompok-kelompok membentuk suatu bulatan. 
    • Awan Kumolonimbus, menyerupai kumpulan awan yang sangat besar yang berwarna cerah dan gelap, biasanya disebut juga awan badai, sebab awan ini bukan hanya membawa hujan, melainkan juga kilat dan petir.

Pengelompokan Lain

Disamping pengelompokan seperti di atas, awan dapat juga dikelompokkan menjadi Awan Kumuliform. Awan ini adalah awan yang bentuknya bergumpal dan pertumbuhannya ke atas. Ada empat jenis awan yang termasuk awan kumuliform, yakni 

Kumulus, Stratokumulus, Altokumulus, dan SirokumulusKumulusadalah awan yang terpisah-pisah bergumpal seperti kol bunga, bagian bawahnya atau dasar awan berwarna lebih gelap dibandingkan bagian lainnya; dasar awan terletak pada ketinggian sekitar 1 km dari permukaan bumi.  

Stratokumulus seperti kumulus tetapi kecil-kecil dan bersambungan sehingga bagian bawahnya terlihat panjang.  

Altokumulus jenis awan kumulus yang terletak pada ketinggian sekitar 3 – 5 km bentuknya bergumpal-gumpal bulat-bulat, bagian bawahnya lebih gelap dari bagian lainnya.

Sirokumulus jenis kumulus yang terletak pada ketinggian lebih dari 6 km, juga bergumpal-gumpal seperti Altokumulus tetapi bagian bawahnya tidak gelap.

 

(Sumber: https://pengajar.co.id/)