Pertumbuhan Ekonomi dan Teori-Teori Pendukungnya

Pertumbuhan Ekonomi dan Teori-Teori Pendukungnya

ketika lihat berita, dengar orangtua ngobrol serupa temannya, atau apalagi dikala pelajaran ekonomi di sekolah, tentu kamu kerap mendengar istilah “Pertumbuhan Ekonomi” ‘kan? Bingung? Tenang, baca tetap artikel ini hingga habis untuk mengerti apa itu pertumbuhan ekonomi dan teori-teori pendukungnya

Suatu perekonomian dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi jikalau kuantitas mengolah barang dan jasanya meningkat. Dengan kata lain, pertumbuhan ekonomi adalah peningkatan kesibukan ekonomi penduduk yang membawa dampak kenaikan mengolah barang dan jasa atau peningkatan pendapatan nasional.

Pertumbuhan ekonomi juga mampu disimpulkan sebagai sistem perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkelanjutan menuju kondisi yang lebih baik selama periode tertentu.

Pertumbuhan ekonomi mampu mengindikasi keberhasilan pembangunan ekonomi dalam kehidupan masyarakat, sehingga mutlak untuk laksanakan penghitungan terhadap pertumbuhan ekonomi. Salah satu langkah untuk menghitungnya adalah bersama dengan mengkalkulasi nilai uang. Nilai duwit bakal tercermin terhadap produk domestik bruto (PDB).

Untuk mengkalkulasi PDB ini, pemerintah kudu mendata seluruh model mengolah oleh bisnis di dalam negara yang bakal dijual. Banyak banget pasti, yaa… Setelah mendata seluruh model mengolah tersebut, dilakukan penghitungan terhadap seluruh output ekonomi negara. Output ini mencakup seluruh barang dan jasa yang diproduksi oleh bisnis-bisnis yang sudah didata tadi.

Penghitungan atau pengukuran pertumbuhan ekonomi tidak mampu dilakukan setiap waktu dikarenakan pengumpulan information PDB benar-benar sulit dilakukan. Sehingga terhadap kebanyakan penghitungannya dilakukan dalam setiap tiga bulan dan tahunan.

Meski terhadap dasarnya mempunyai persamaan, terkandung perbedaan sudut pandang dalam menyatakan pertumbuhan ekonomi. Perbedaan selanjutnya berdasarkan terhadap alirannya. Ini dia Squad, beberapa teori perihal pertumbuhan ekonomi:

1. Teori Pertumbuhan Ekonomi Klasik.

a. Adam Smith: lihat bahwa suatu perekonomian bakal tumbuh dan berkembang jikalau tersedia pertambahan penduduk yang bakal memperluas pasar dan juga mendorong spesialisasi. Munculnya spesialisasi bakal menambah produktivitas pekerja dan mendorong kemajuan teknologi hingga pertumbuhan ekonomi.

b. David Ricardo: Bila Adam Smith berpendapat seperti di atas, maka David Ricardo sebaliknya. Ia berpendapat bahwa pertumbuhan penduduk yang benar-benar besar mampu membawa dampak melimpahnya tenaga kerja. Tenaga kerja yang melimpah membawa dampak upah yang diterima tiap-tiap menurun, di mana upah selanjutnya hanya mampu untuk membiayai tingkat hidup minimum (subsistence level). Pada langkah ini, perekonomian mengalami stagnasi (kemandegan) yang disebut stationary state.

c. Thomas Robert Malthus: tetap ingat materi deret dan hitung? (link) Di sini, Malthus menggunakannya untuk mengemukakan bahwa bahan makanan jadi tambah menurut deret kalkulasi (1, 2, 3, 4, 5, dan seterusnya), sedang penduduk jadi tambah menurut deret ukur (1, 2, 4, 8, 16 dan seterusnya). Akibatnya, bahan makanan tidak cukup untuk menghidupi penduduk (akan berlangsung kelaparan), sehingga penduduk hidup terhadap tingkat subsistence (pas-pasan) dan perekonomian mengalami kemandegan.

2. Teori Pertumbuhan Ekonomi Neoklasik.

a. Harrod-Domar: perlunya pembentukan modal (investasi) sebagai syarat untuk capai pertumbuhan ekonomi yang mantap/teguh (steady growth). Bila pembentukan modal sudah dilakukan, maka perekonomian bakal mampu mengolah barang-barang dalam kuantitas yang lebih besar.

b. Schumpeter: dikala yang lain berpikiran penduduk sebagai faktor sentral dalam sistem pertumbuhan dan pembangunan ekonomi, Schumpeter berpandangan bahwa pertumbuhan ekonomi benar-benar ditentukan oleh kebolehan kewirausahaan (entrepreneurship), dikarenakan mereka berani berinovasi dalam kesibukan produksi

c. Robert Solow: menurut Solow, dalam jangka panjang tingkat tabungan mampu pilih modal dalam sistem produksi. Artinya, semakin tinggi tingkat tabungan, semakin tinggi pula modal dan output yang dihasilkan.

3. Teori Pertumbuhan Ekonomi Historis.

a. Frederich List: List membagi tahapan pertumbuhan ekonomi menurut tradisi penduduk dalam memelihara kelangsungan hidupnya melalui tata langkah produksi. Dimulai dari berburu dan mengembara (manusia terkait terhadap alam), beternak dan bertani, pertanian dan kerajinan, hingga kerajinan, industri, dan perniagaan.

b. Werner Sombart: tahapan pertumbuhan ekonomi berlangsung dikarenakan penduduk mempunyai susunan organisasi dan ideologi masyarakat. Tahapannya adalah (1) zaman perekonomian tertutup, di mana penduduk tetap terbatas menghasilkan barang dan melakukannya secara kekeluargaan, (2) zaman kerajinan dan pertumbuhan, penduduk terasa tersedia jatah kerja, dan (3) zaman kapitalis, terlihat pemilik modal.

c. Walt Whitman Rostow: Menurut Rostow, dalam pertumbuhan ekonomi, suatu negara bakal mengalami tahapan-tahapan (1) tradisional, ekonomi didominasi sektor pertanian, (2) transisi (pratake-off), berlangsung peralihan struktur tenaga kerja dari pertanian ke industri, (3) tinggal landas (take-off), halangan dalam struktur sosial dan politik mampu diatasi, (4) menuju kematangan (the drive to maturity), serikat buruh dan dagang semakin maju, dan (5) langkah konsumsi jaman tinggi (high mass consumption), tenaga kerja didominasi tenaga kerja terdidik dan penduduk di kota lebih besar dari desa.

d. Karl Bucher: Karl Bucher menguraikan pertumbuhan ekonomi suatu negara berdasarkan interaksi produsen bersama dengan konsumen. Tahapannya adalah (1) jaman rumah tangga tertutup, penduduk hanya mencukupi kebutuhan kelompoknya sendiri, (2) jaman rumah tangga kota, terlihat interaksi dagang antar desa dan desa bersama dengan kota, (3) jaman rumah tangga bangsa/kemasyarakatan, perdagangan antar kota bakal membentuk satu kesatuan penduduk yang laksanakan pertukaran dagang dalam negara, dan (4) jaman rumah tangga dunia, jaman di mana perdagangan sudah lewat masa-masa negara

4. Teori Pertumbuhan Ekonomi Kuznets.

Terakhir, tersedia teori menurut Kuznets. Dia menyatakan pertumbuhan ekonomi merupakan kenaikan kebolehan jangka panjang suatu negara dalam sediakan bermacam model barang-barang ekonomi bersama dengan kuantitas yang banyak kepada penduduknya. Lebih lanjut, Kuznets mengemukakan bahwa pertumbuhan ekonomi dicapai oleh 3 faktor yaitu:

a. Peningkatan persediaan barang yang terus-menerus.

b. Perkembangan teknologi.

c. Penggunaan teknologi secara efektif dan efisien.

Pertumbuhan ekonomi menjadi hal yang mutlak dalam satu negara dikarenakan mampu lihat apakah negara selanjutnya sudah sukses memajukan bermacam faktor kehidupan atau tidak

Baca Juga :