Panduan Budidaya Sawi Putih Organik

Panduan Budidaya Sawi Putih Organik

Panduan Budidaya Sawi Putih Organik

Sawi Putih (Brassica rapa) dikenal sebagai sayuran olahan didalam masakan Tionghoa; gara-gara itu disebut terhitung sawi cina. Sebutan lainnya adalah petsai. Disebut sawi putih gara-gara daunnya yang cenderung kuning pucat dan tangkai daunnya putih, beraroma khas namun netral. Sawi putih sanggup dilihat penggunaannya terhadap asinan (diawetkan didalam cairan gula dan garam), didalam cap cai, atau terhadap sup bening.

Panduan Budidaya Sawi Putih Organik

Sawi putih berwujud memanjang, seperti silinder bersama dengan pangkal membulat seperti peluru. Warnannya putih. Daunnya tumbuh membentuk roset yang amat rapat satu serupa lain.

Sawi putih cuma tumbuh baik terhadap tempat-tempat sejuk, agar di Indonesia ditanam di dataran tinggi. Tanaman ini dipanen waktu masih terhadap tahap vegetatif (belum berbunga). Bagian yang dipanen adalah keseluruhan bagian tubuh yang berada di permukaan tanah. Produksinya tidak amat tinggi di Indonesia.

Sayuran ini kondang di Tiongkok, Jepang, dan Korea. Di Korea, kultivar lokal sawi putih dipakai sebagai bahan baku kimchi, makanan khas Korea.

Cara Budidaya Sawi Putih
Iklim
Untuk melakukan budidaya sawi putih ini kami wajib memahami khususnya dahulu kondisi iklim yang cocok untuk pembudidayaan, gara-gara kondisi iklim ini salah datu segi awal atau utama untuk keberhasilan perkembangan budidaya sawi putih ini ke depannya.

Suhu udara yang cocok untuk perkembangan sawi putih ini yaitu pada 19°C – 21°C. Suhu udara yang amat tinggi dari batas yang sudah ditentukan bakal berpengaruh besar terhadap perkembangan tanaman sawi dan tidak bakal tumbuh bersama dengan sempurna.

Kelembaban udara yang cocok untuk perkembangan tanaman sawi putih yang optimal berkisar pada 80% – 90%. Kelembaban udara diatas 90% bakal berdapat negative terhadap tanaman sawi putihaa, tanaman bakal mengalami perkembangan yang tidak sempurna, tinaman tidak subur, kualitas daun jelek, dan sekiranya pemnanam ditujukan untuk pembenihan maka memproduksi biji pun rendah.

Curah hujan yang baik untuk tanaman sawi putih ini ialah 1000-1500 mm/tahun, dan wajib diketahui, bahwa tanaman sawi tidak menyukai air yang terlalu berlebih atau menggenang.

Tanah
Tanah yang baik untuk tempat budidaya tanaman sawi putih ini yaitu, yang subur, tanah, gembur, punyai kedalaman yang lumayan dalam, dan tanah ringan mengikat air. Permukaan tanah yang punyai ketinggian 1000m dpl amat cocok untuk tanaman ini.

Waktu Yang Tepat Uuntuk Penanaman Sawi Putih
Sawi putih bakal lebih baik kala terasa penanamannya terhadap akhir musim penghujan dan memasuki musim kemarau, biasanya bertepatan terhadap bulan Maret – April. Apabila penanaman dikerjakan terhadap musim penghujan, hal berikut rentan terhadap serangan hama dan penyakit.

Lahan
Pertama penyiapan lahan untuk persemaian benih, tempat untuk persemaian yang baik ialah:

Tempat wajib memperoleh sinar matahari yang penuh
Harus dekat bersama dengan sumber air yang bersih dan banyak
Tempat persemaian wajib dekat bersama dengan tempat tinggal atau camp agar ringan diawasi
Tempat persemain tidak jauh dari lahan penananam atau kebun
Tidak terkena banjir atau air menggenang
Media tanam untuk persemaian wajib subur, gembur, dan sanggup mencegah air bersama dengan baik
Tempat persemaian wajib bebas dari tanaman pengganggu, seperti rumput, sisa-sisa tanaman lain, dan batu-batu kecil
Bibit tanaman sawi putih sanggup ditanam dilahan terbuka atau kebun terhadap usia 21-30 hari, namun persiapan tanah persemaian 15 hari. Maka, persiapan tanah persemaian wajib dikerjakan lebih awal berselisih 36-45 hari dari jadwal waktu tanam di kebun. Sehingga waktu tanam bakal tepat.

Pembibitan
Banyak para petani yang membudidayakan tanaman sawi bersama dengan melalui pembibitan generative (melalui biji). Untuk memperoleh bibit yang baik maka wajib disemai khususnya dahulu sebelum saat ditanam di kebun, gara-gara benih yang segera ditanam di kebun biasanya hasilnya tidak cukup baik.

Ada sebagian langkah untuk memperoleh benih yang baik:

Pilih biji yang utuh yaitu tidak cacat atau luka, gara-gara biji yang cacat bakal susah tumbuh, kalaupun tumbuh mutunya jelek.
Tidak diserang hama dan penyakit
Tidak tercampur bersama dengan biji jenis lain
Biji tidak keriput, untuk mengantarai pada yang keriput dan tidak, caranya bersama dengan melakukan perendaman, dan biji yang baik bakal tenggelam dan yang keriput bakal mengapung.
Pengolahan Tanah
Lahan tanam sawi wajib sudah diolah 3 minggu sebelum saat tanaman sawi dipindahkan dari persemaian. Pengolahan tanah dikerjakan tiga tahap, tahap pertama tanah dibajak bersama dengan mesin traktor atau manual bersama dengan kedalaman 30-40 cm. tanah yang sudah dibajak dibiarkan sepanjang 1 minggu. Dengan demikian tanah kan mengalami proses pemasaman atau oksidasi.

Setelah 1 minggu lahan diolah ulang terhadap tahap kedua. Pada tahap ini tanah digemburkan bersama dengan cangkul, agar tanah menjadi remah, dan sekaligus diratakan. Kemudian tanah dibiarkan ulang sepanjang 1 minggu agar tanah terangin-angin dan terkena sinar matahari.

Tahap ketiga, yaitu tahap penggemburan tanah ulang bersama dengan cangkul tipis-tipis sedalam 30 cm dan sekaligus dikerjakan pembuatan bedengan dan selokan.

Pembuatan Bedengan
Ukuran lebar bedengan yaitu 100 cm -120 cmdan panjang 30 cm 40 cm, tergantung varietas yang bakal ditanam. Tanaman yang ditanam terhadap musim penghujan sebaiknya ukuran tinggi bedengan 40 cm agar tanaman terhindar dari genangan air. Sedangkan untuk selokan lebarnya 40 cm. dan terhadap sekeliling bedengan dibikin drainase selebar 50 cm.